Waduh…. Banyak Nakes Takut Divaksin

vaksinasi

IST/RADAR MANDALIKA VAKSINASI: dr Muzakir Langkir saat menjalani suntik vaksin di kantor bupati Loteng, belum lama ini.

PRAYA—Suntik vaksin Covid-19 bagi tenaga kesehatan (Nakes) di Lombok Tengah (Loteng) masih berlangsung hingga sekarang. Vaksinasi itu dilaksanakan di masing –masing Puskesmas, rumah sakit maupun lainnya.

Namun, ironisnya dalam pemberian vaksinasi Covid-19, masih ada tenaga kesehatan yang takut disuntik vaksin tersebut. Bahkan, karena takut pada saat mereka giliran vaksin, dia sengaja tidak masuk ngantor.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Loteng, Muzakir Langkir membenarkan, ada beberapa tenaga kesehatan yang ragu dan malah takut untuk disuntik vaksin Covid-19. 

“Ada beberapa yang memang takut. Tapi, tetap saja mereka harus disuntik vaksin itu. Karena mereka adalah garda terdepan dalam penanganan virus korona ini,” katanya dengan tegas, kemarin.

Ia menegaskan, alasan beberapa tenaga kesehatan yang takut disuntik vaksin itu karena disebabkan beberapa faktor. Diantaranya, akibat psikologis. Hal ini karena dampak dari informasi-informasi sesat yang banyak berseliweran di dunia maya.

“Berita –berita yang tidak benar tentang vaksin tersebut di media sosial menimbulkan ketakutan-ketakutan, bukan saja di masyarakat, di kalangan orang kesehatan juga seperti itu,” ungkapnya.

Ia mengaku, jumlah keseluruhan tenaga kesehatan yang divaksin itu mencapai lima ribuan.  Baik tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas, rumah sakit, hingga klinik –klinik yang ada. 

Tapi, sebelum mereka disuntik vaksin itu, tentu mereka akan dilakukan screening  atau pemeriksaan kesehatan.  Hal itu dilakukan untuk mengetahui apakah mereka layak untuk diberikan vaksin atau tidak.

“Kalau Nakes yang memiliki penyakit penyerta, tentu tidak akan di vaksin,” ucapnya.

Ia menjelaskan, penyuntikan vaksin ini nantinya akan dilakukan sebanyak  dua kali dengan jarak rentan waktu selama 14 hari dari penyuntikan vaksin pertama. Sedangkan vaksin ini telah melalui rangkaian pengujian ketat. Sehingga khasiat, mutu dan keamanan menjadi hal yang utama, selain aspek kehalalan dari MUI.

“Efek samping yang ditimbulkan sangatlah ringan dan mudah diatasi. Biasanya akan hilang dalam satu atau dua hari pasca vaksinasi. Untuk itu, masyarakat tidak usah khawatir atau takut terhadap vaksin,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Sekda Loteng, HL Idham Halid menyatakan, pandemi covid-19 ini sangat berdampak  semua sektor saat ini.  Bahkan, parahnya karena covid-19 juga membuah banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaannya.

“Meski dampaknya sangat besar. Namun kita tidak boleh menyerah. Kita harus menghadapinya dengan menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Terlebih, sekarang juga telah dilaksanakan penyuntikan vaksin. Pihaknya berharap covid-19 ini segara berlalu atau berakhir. 

“Sehingga kondisipun akan normal kembali,” ujarnya.

Ia menegaskan, penutikan vaksin ini akan sangat bagi masyarakat. Karena memang pihak MUI maupun BPOM sudah menyatakan bahwa vaksin itu aman dan halal.

 “Vaksinasi ini akan dilaksanakan secara bertahap. Tahap pertama akan diberikan pada tenaga kesehatan,” tuturnya. (jay)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Diduga Korupsi, Pendemo Desak Kades Barejulat Mundur

Read Next

Berburu Burung, Pelajar Asal Bonder Tenggelam

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *