Unram Belum Bersedia Jadi Saksi Ahli

F DHAFID SENGGIGI. scaled

WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA AKP Dhafid Shiddiq

LOBAR—Bidang Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polres Lombok Barat (Lobar) harus mencari saksi ahli lain untuk pemeriksaan teknis proyek penataan Senggigi yang ambruk. Menyusul adanya surat balasan dari Fakultas Teknik Universitas Mataram yang belum bersedia untuk memberikan bantuan pemeriksaan kontruksi proyek itu. Lantaran pada bulan ini awal perkuliahan baru dimulai dan para dosen sedangan mempersiapkan serta merevisi perkuliahan. Serta alasan kondisi pandemi covid-19. “Intinya belum bersedia,” kata Kasat Reskrim Polres Lobar, AKP Dhafid Shiddiq yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, kemarin.

Kini ia mengaku sedang berkoordinasi dengan pihak Universitas Muhammadyah Mataram dan Unizar. Hasilnya untuk tenaga ahli sudah sanggup, sayangnya untuk kelengkapan peralatan laboratorium yang dimiliki kedua univesitas itu belum memadai. “Solusinya bisa pinjam di Unram atau UGM (Univesitas Gajah Mada) karena di Unizar ada beberapa mantan alumni UGM. Kalau jadi dan bersedia laboratoriumnya akan memakai UGM,” jelasnya.

Pihaknya pun masih menunggu konfirmasi kesanggupan kesediaan dari kedua universitas itu. Baik untuk ahli konstruksi bangunan maupun geologi tanah atau kontruksi tanah.

“Hari ini (kemarin, red) kalau ndak salah keputusannya. Tapi terkait laboratorium kedua universitas ini belum memadai,” bebernya.

Kanit Tipidkor Satreskrim Polres Lobar, Ipda M Baejuli menambahkan sejauh ini pemeriksaan terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, penyedia atau kontraktor dan konsultas, pengawas masih terus dilakukan. Sayangnya untuk tahapan pemeriksaan lanjutan bagi PPK dan penyedia terpaksa tertunda pekan ini karena alasan kondisi kesehatan kedua orang tersebut. “Agak sedikit terkendala karena dari pihak PPK sedang opname, jadi belum bisa dimintai keterangan. Begitu juga dari pihak rekanan penataan bukit Alberto. Harusnya Senin kemarin dipanggil tapi dia sakit dan ada keterangan dokternya,” beber Baejuli.

Menurutnya, dari koordinasi terakhir dengan Dekan Universitas Muhammadiyah, pihak universitas akan mengkomunikasikan dengan timnya. Rencananya keputusan dari Universitas Muhammadiyah akan disampaikan hari ini.

“Sudah kita hubungi melalui telepon tapi masih rapat berlangsung dengan tim yang akan dilibatkan,” jelasnya.

Nantinya dari hasil pemeriksaan tim ahli itu yang menjadi acuan polisi menentukan penyebab ambruknya bangunan itu. Apakah murni dugaan karena bencana, kelalaian atau kesalahan rekonstruksi. “Pada intinya kita tidak mempunyai kemampuan untuk pembuktian itu. Yang punya kemampuan itu dari ahli akademisi, apapun hasilnya itupun hasilnya,” pungkasnya.(win)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Penghafal Alquran Diganjar Beasiswa Luar Negeri

Read Next

NasDem NTB Ambil Ancang-ancang Pilpres

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *