Uji Coba Spam Sempat Ditolak

F Spam scaled

FENDI/RADARMANDALIKA.ID UJI COBA: Petugas saat uji coba spam suryawangi, Senin kemarin.

LOTIM-Spam Suryawangi di Kecamatan Labuhan Haji diakukan uji coba, Senin kemarin. Ini untuk melihat kebutuhan air yang tersedot oleh pipa tersebut. Miskipun sempat mendapat penolakan untuk dilakukan uji coba, namun dengan upaya mediasi pihak ahliwaris akhirnya memberikan izin.

Perwakilan ahli waris, Yulia Marzan menjelaskan, kegiatan Spam tersebut jangan sampai merugikan salah satu pihak, terutama pihak ahliwaris, karena keberadaan lahan tersebut sangat dibutuhkan.

Ditambahkannya ahli waris memberikan izin Spam tersebut dengan natinya meminta ganti rugi kepada pihak terkait sesuai dengan kerugian yang dialaminya. Dia juga menegaskan bahwa pihaknya tidak memberi atau menjual tanah tersebut, melainkan hanya memberikan izin operasinya saja.

“Tetap kita kasi izin, tapi tanah tidak kita jual, izin untuk pake ajak,” jelasnya.

Berkaitan dengan jumlah ganti rugi yang akan diminta, dirinya belum bisa memastikannya karena belum mengakumulasi keugian yang ada.

Di lain pihak, pemilik lahan yang dilalui pipa juga merasa keberatan atas penanaman pipa Spam tersebut, karena pihak terkait menurutnya belum pernah melakukan sosialisasi atas kegiatan penanaman pipa tersebut.

“Tidak ada komunikasi sama sekali, setelah kita cek tiba- tiba ada pipa,” keluh Husni pemilik lahan.

Husni menyayangkan keberadaan pipa Spam tersebut mengganggu irigasi dan kegiatan bercocok tamannya, ia juga merasa khawatir jika nantinya pada saat melakukan cocok tanam tiba- tiba pipa tersebut kena dan bocor. Sehingga pihaknya dapat saja disalahkan.

“Kita tidak tahu ada pipa,” keluhnya.

Dia meminta pihak PUPR dan pihak terkait untuk dapat memberikan alternatif permasalahan tersebut sehingga tidak merugikan pihak lain.

Dinas PUPR Lotim melalui Kepala Bidang Karya Cipta, Makrifatullah menjelaskan penolakan tersebut hanya karena ahliwaris tersebut kurang mendapat informasi, sehingga membentuk pemahaman yang kurang utuk dikalangan masyarakat tersebut.

“Tidak ada kendala lagi untuk memanfaatkan sumber mata air dasan bantek, Cuma ada informasi yang belum sampai ke ahliwaris,” katanya.

Dia juga menjelaskan Spam tersebut nantinya akan digunakan sepenuhnya untuk masyarakat di wilayah Kecamatan Labuhan Haji. Sehingga kebutuhan air bagi masyarakat setempat dapat tercukupi.

Berkaitan dengan pemilik lahan yang keberatan atas lahan yang dilalui pipa ia menjelaskan akan melakukan pemanggilan, sehingga akan dapat memastikan tindak lanjutnya.

“Kami bersama PDAM akan memanggil yang memiliki tanah,” janjinya.(cr-ndi)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Polemik TPA, Kejaksaan Mediasi Warga dan Pemkab

Read Next

Biaya Perawatan Pasien Covid-19 Belum Cair

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *