Uang Wisuda, Orangtua Alumni Poltekpar Lombok Keberatan

F Poltekpar 1

FOTO DIKI WAHYUDI/RADAR MANDALIKA GEDUNG MEGAH: Dua pengendara melintas di Jalan Raya depan Kampus Poltekpar Lombok.

PRAYA-Para orangtua alumni mahasiswa Poltekpar Lombok keberatan. Mereka mempersoalkan uang wisuda Rp 1,5 juta yang belum dikembalikan pihak kampus sampai sekarang. Mereka juga baru mengetahui tidak ada uang wisuda alias gratis.

“Saya kaget saat anak cerita di rumah. Dan kami merasa keberatan,” ungkap salah satu orangtua alumni mahasiswa Poltekpar Lombok yang meminta tidak dipublikasikan identitasnya.

 Sumber ini mengatakan, belum saatnya dia terbuka ke public. Kalau disebut identitasnya maka bisa saja pihak kampus melakukan cara-cara lain agar anaknya di sana dipersulit.”Saya harus jaga ini pak, tapi kami keberatan dengan cara ini,” tegasnya.

Dia juga yakin, para orangtua alumni mahasiswa lainnya keberatan. Uang wisuda ini cukup besar bagi mereka.”Kalau 1,5 juta itu besar, 25 ribu baru kecil namanya. Terus sekarang kenapa mereka tahan uang anak-anak di sana,” tanya dia.

Ia mengancam, jika dalam waktu dekat tidak ada kejelasan pengembalian uang wisuda 1,5 juta. Pihaknya akan mengaja para orangtua untuk datang ke kampus.”Kita akan pertanyakan,” kata pria asal Lombok Tengah ini.

Sebelumnya, seorang alumni mahasiswa Poltekpar Lombok yang pertama membuka persoalan ini. Mahasiswa ini dengan tegas membongkar masalah besar yang terjadi di dalam kampus dengan bangunan megah tersebut.

 “Kami keberatan dan meminta pihak kampus segera mengembalikan uang wisuda itu,” ungkap salah satu alumni Poltekpar Lombok, belum lama ini.

Alumni ini sempat membeberkan cerita di dalam kampus. Namun anehnya, pihak kampus seakan cuek. Tapi jika ditanya soal hal lain cepat responsnya. Soal uang wisuda tidak.

“Kami juga bingung, dan ini sudah lama tahun 2020 pertengahan,” bebernya.

Sumber ini menceritakan awal mula dilakukan penarikan uang wisuda oleh pihak kampus terjadi sekitar awal tahun sebelum ada covid-19. Dalam surat edaran (SE) resmi pihak kampus meminta mahasiswa yanga akan wisuda mengeluarkan uang. Terdiri dari uang wisuda Rp 1,5 juta, SPP 2.050.000, dan tugas akhir Rp 400 ribu. Di dalam SE itu berbunyi tegas, jika tidak mengeluarkan maka dinyatakan telah mengundurkan diri.

“Jadi kami semua berlomba-lomba melakukan pembayaran,” ceritanya.

Dilanjutkannya, beberapa bulan kemudian mulai beredar SE dari Kementerian Pariwisata yang waktu itu Menteri Yahya.  Adapun bunyi SE kementerian itu, menggratiskan biaya wisuda di tengah kondisi covid-19.

“Nah ini sampai sekarang belum dikembalikan. Ada apa ?” tanya dia.

Menurut dia, uang wisuda yang terkumpulkan ini cukup besar. Pasalnya sekitar ribuan mahasiswa yang wisuda untuk dua angkatan digabung. “Lumayan besar uangnya pak,” katanya.

Terpisah, Kasubbag ADAK Poltekpar Lombok, Iswayana adhi Putra yang dihubungi via wa memastikan, uang wisuda 1,5 juta akan dikembalikan ke alumni mahasiswa. Sesuai keputusan dari Kemenparekraf.

“Karena wisuda online, akhirnya dikembalikan. Wisudawan 314 mendapat toga dan kelengkapan wisuda lain,” katanya.

 Dia membeberkan, adapun alumni yang sudah mengeluarkan uang wisuda sebanyak 75 orang. Sisanya belum. “Tahun anggaran 2020 sudah diproses, hal ini kewenangan Kemenkeu,” jawabnya.

Atas persoalan ini, pihak kampus berharap Februari ini bisa tuntas. Namun ia berdalih ada kendala di Kemenkeu.”Uang wisuda disetor ke kas Negara, bukan masuk rekening Poltekpar Lombok,” katanya lagi.(tim/r1)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Limbah Diduga Bocor, Warga Ancam Tutup RSCM Praya

Read Next

Pengakuan Keluarga Pria Asal Bujak yang Tewas Digorok

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *