MEDIASI: Polres Loteng saat memediasi pihak travel dan pihak jamaah umrah di Mapolres Loteng, Rabu (12/4).(KHOTIM/RADARMANDALIKA.ID)

PRAYA – Sebanyak 93 calon jamaah umrah asal Lombok Tengah (Loteng) sebelumnya terbengkalai di Bandara Soekarno-Hatta setelah berangkat dari Bandara Lombok, Rabu (5/4). Mereka gagal menuju Tanah Suci karena tidak ada kepastian jadwal pemberangkatan dari pihak travel PT Mayyasah Wisata Mulya yang berlokasi di Kecamatan Praya.

Namun, belakangan pihak travel berjanji kembali akan memberangkatkan puluhan calon jamaah umrah tersebut pada bulan Mei 2023. Hal ini diketahui setelah adanya mediasi antar kedua belah pihak yang difasilitasi Polres Loteng di Mapolres setempat, kemarin.

Juru bicara jamaah umrah, Abdul Majid mengungkapkan, sebanyak 93 jamaah umrah ini telah penyerahan uang secara bertahap kepada pihak travel. “PT menjanjikan memberangkatkan tanggal 8 April 2023 saat di Jakarta, namun saat dimuat dalam pemberitaan jamaah pulang tanggal 9 April 2023 malam. Jamaah berharap masih bisa berangkat meskipun di-reschedule lagi,” katanya.

Dalam perjanjian tertulis, ujarnya, apabila calon jamaah umrah tidak berangkat maka dana dikembalikan ke jamaah, yakni sejumlah Rp 35 juta per jamah.

Sementara dari pihak Yatofa Bodak, H Faris menyampaikan, bahwa ia percaya pada pihak travel PT Mayyasah Wisata Mulya soal bagaimana untuk membantu kemudahan jamaah untuk umrah.

“Tanggal 2 April 2023 dari nilai yang disetorkan, dalam perjanjian lisan dengan Iqbal dikatakan ada selisih Rp 625 juta yang harus diselesaikan pihak Yatofa Bodak,” paparnya.

“Sudah terlalu sering kami dijanjikan berangkat di awal Januari, Februari, Maret dan hingga dijanjikan 5 April 2023 terakhir ini, tapi juga tak kunjung berangkat,” tambahnya kesal.

Sementara, Direktur PT Mayyasah Wisata Mulya, HL Iqbal menyampaikan permohonan maaf soal kegaduhan, keributan yang berkembang beberapa hari ini baik di media, media sosial maupun di masyarakat yang berkembang beberapa hari ini.

“Jadi memang betul kami dari pihak travel bukan menelantarkan jamaah. Malah kami telah menyiapkan hotel akomodasi dan sebagainya di Jakarta sambil menunggu keberangkatan,” jelasnya.

Dia menegaskan, pihaknya dari travel sangat bertanggung jawab dan berkomitmen untuk tetap memberangkatkan jamaah umrah yang sebanyak 93 orang.

“Mediasi hari ini Alhamdulillah kami akan memberangkatkan jamaah sebanyak 93 orang pada minggu kedua atau pada pertengahan bulan Syawal yang tepatnya di tanggal 10 Mei 2023 ini,” janjinya.

Terkait pendanaan, katanya, pihaknya tidak bersentuhan langsung dengan jamaah tapi pihaknya langsung berhubungan dengan pihak yayasan.

Soal adanya kekurangan dana yang belum diselesaikan oleh pihak yayasan sekitar Rp 600 juta, katanya, namun pihaknya komitmen untuk memberangkatkan jamaah meskipun belum terbayar. Hal ini sebagai bentuk pertanggungjawaban dari pihak travel.

“Kekurangan pembayaran ini kami tidak akan persoalkan, dan yang jelas akan diberangkatkan tanpa adanya pembayaran tambahan maupun pelunasan,” tutupnya.

Kapolres Lombok Tengah, AKBP Irfan Nurmansyah menyatakan pihaknya hanya sebagai mediator dan memfasilitasi atau mempertemukan kedua belah pihak supaya  tidak ada lagi persoalan di kemudian hari.

“Saya hanya memediasi. Semoga bisa selesai. Kalau kemudian menjadi debat kusir, maka silahkan tempuh jalur hukum yang berlaku,” terangnya. (tim)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 771

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *