RUSAK: Kondisi jalan menuju pelabuhan Gili Mas Lembar yang sempat berlubang dan bergelombang sebelum ditambal oleh jajaran Satlantas Polres Lobar beberapa waktu lalu. (WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA)

LOBAR – Kondisi jalan menuju pelabuhan Gili Mas Lembar hingga kini masih mengkhawatirkan. Jalan yang bergelombang dan tidak rata tetap dilalui kendaraan penumpang ataupun pribadi. Satlantas Polres Lombok Barat (Lobar) mencatat sepanjang 2022 terjadi 7 kasus kecelakaan akibat jalan bergelombang dan berlubang.

Namun sayangnya Pemprov NTB belum juga melakukan perbaikan jalan itu di 2022 lalu. Syukurnya pihak Satlantas Polres Lobar berinisiatif menambal beberapa titik jalan berlubang itu menggunakan semen.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H Dr Zulkieflimansyah yang dikonfirmasi mengklaim sudah ada perbaikan untuk menambal lubang jalan. “Yang dilaporkan pada kami sudah dilakukan, walaupun belum sempurna betul. Tapi lubang-lubang besar itu sudah ditambal,” ujar Dr Zul ditemui disela pembagian bantuan nelayan di Desa Kuranji Dalang Kecamatan Labuapi, Kamis (5/1/2023).

Saat disinggung apakah akan dilakukan perbaikan di tahun ini, Dr Zul mengaku bahwa untuk kerusakan yang cukup parah telah diperbaiki. Namun, nanti perbaikan yang lebih komperhensif tetap akan dilakukan. Pria yang akrab disapa Bang Zul itu memberi catatan jika nantinya sudah diperbaiki, diharapkan agar jalan itu tak dilewati kendaraan bermuatan berlebihan.

“Sekuat dan sebagus apa pun jalan yang dibuat tetap akan rusak bila kapasitas melebihi perkiraan. Nah ini yang merepotkan kita, coba bayangkan kalau kapasitasnya cuma menampung 100 kilo, dinaikin 1000 kilo, pasti rusak dia,” imbuhnya.

Sehingga dia menegaskan, agar kapasitas kemampuan jalan tersebut juga harus diperhatikan. Jangan sampai, justru banyak yang melanggar aturan tetapi malah dibiarkan begitu saja.
“Jangan sampai nyata-nyata melanggar aturan tapi ada oknum yang bermain, bayar pelicin segala macam, akhirnya kita semua yang rugi,” tegasnya.

Sebelumnya jalan bergelombang dan berlubang menuju pelabuhan terbesar di NTB itu mengakibatkan banyak kecelakaan. Bahkan hingga menyebabkan korban jiwa.

“Faktor jalan rusak (banyak kecelakaan), ada 7 TKP yang korbannya meninggal dunia,” tutur Kasat Lantas Lobar, AKP Agus Rachman, saat dikonfirmasi Rabu (4/1/2023).

Angka itu pun tercatat terjadi di sepanjang tahun 2022. Bahkan, pihaknya pun sempat bergerak menambal jalan berlubang tersebut bersama timnya di beberapa titik. Karena dinilai terlalu rentan menimbulkan kecelakaan. Hingga aksi tersebut dinilai berbagai pihak menjadi tamparan keras bagi Pemda.

Pemkab Lobar bahkan sudah sering menyampaikan kondisi jalan itu kepada Pemerintah Provinsi NTB selaku pihak yang berwenang atas jalan itu. Berharap perbaikan jalan dinilai penting itu menjadi prioritas. Lantaran jalur vital masuknya para tamu kapal pesiar.

“Ruas jalan seperti ke Gili Mas Lembar ini terus kami ingatkan provinsi untuk menjadikan itu bagian prioritas,” tegas Sekda Lobar H Ilham, belum lama ini.

Meski demikian Pemkab Lobar juga memahami kesulitan fiskal yang dihadapi daerah. Namun tetap, pihaknya mengingatkan agar persoalan infrastruktur dasar itu harus menjadi atensi Pemprov. Misalnya, dengan cara memprioritaskan salah satu di antara beberapa ruas jalan yang sudah diusulkan.

“Tidak harus dikerjakan semua, tapi mungkin bisa dengan memprioritaskan perbaikan salah satu dari beberapa ruas jalan yang sudah kita usulkan,” harapnya. (win)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 411

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *