Tim Pansel Bantah Ada ‘Kapling’ Jabatan Pejabat di Lobar

  • Bagikan
F PANSELL
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA SAMPAIKAN HASIL: Sekretaris Pansel Lobar Dr Muazar Habibi didampingi anggota Tim Pansel lainnya selepas menyampaikan hasil seleksi terbuka empat jabatan lowong kepada Bupati Lobar di kantor Bupati setempat, Kamis (10/3).

 

 

LOBAR–Hasil seleksi terbuka pengisian empat jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) lingkup Pemkab Lombok Barat (Lobar) sudah dikeluarkan tim Pansel. Setelah 24 pelamar mengikuti tahapan tes sejak akhir Februari lalu. Nama tiga besar pada empat jabatan lowong itu sudah ditetapkan Tim Pansel sesuai nilai tertinggi. Bahkan sudah diserahkan kepada Bupati Lobar H Fauzan Khalid untuk dipilih salah satunya. “Setelah nanti ditandatangani pak Bupati, kemudian kita umumkan yang tiga besar saja, paling lambat besok sore (hari ini, red),” terang Sekretaris Pansel Pemkab Lobar, Dr Muazar Habibi yang ditemui di Kantor Bupati Lobar, Kamis (10/3).

Didampingi anggota Tim Pansel yang lain, Ia membantah tudingan jika ada kapling jabatan dalam proses seleksi itu. Sebab segala prosesnya dilakukan terbuka dan dapat dilihat langsung. Bahkan ia mempersilahkan untuk membuktikannya. “Bisa nanti dilihat tiga besar itu, apakah wajah-wajah ini masuk kaplingan nggak? Yang masuk ini pendukung Bupati nggak? Itu bisa dibuktikan di situ (pengumuman tiga besar),” tegasnya.

Menurutnya keterbukaan proses itu bisa terlihat dengan jumlah 33 lamaran dari 24 peserta yang mendaftar di empat jabatan lowong itu. Hal itu dianggapnya sebagai wujud antusias dari para pelamar yang merasa prosesnya terbuka. “Andai kata tuduhan (kapling jabatan) yang disampaikan (LSM) itu, pasti peserta mikir buat apa dia ikut berpartisipasi kalau sudah ada calonnya,” imbuhnya.

Meski semua proses pelaksanaan sejak awal hingga akhir pansel itu terbuka, namun untuk penilaian tak bisa disampaikan terbuka mengingat ada etika yang harus dijaga. Namun setelah diketahui Bupati dan ditandatangani hasil seleksinya, baru akan diumumkan secara terbuka untuk tiga besar. “Dari awal sampai akhir kita sampaikan terbuka,” ucapnya.

Muazar menambahkan, untuk penilaian menentukan tiga besar menggunakan metode 360 dengan mendatangkan tim ke masing-masing OPD dan keluarganya untuk mengetahui rekam jejak yang bersangkutan. Sehingga proses yang dilakukan tidak sembarangan dan abal-abal. “Kalau ada yang nuduh (abal-abal) kita bisa buka data, silahkan saja ke komisi informasi kita buka-bukaan data supaya tidak terjadi fitnah. Karena semua ada backup datanya,” sarannya.

Jika dari awal pihak yang menuding itu izin untuk melihat segala prosesnya saat pelaksanaan seleksi, pihaknya dengan senang hati mempersilahkan. Sebab ia kembali menegaskan prosesnya memang terbuka. Pihaknya memastikan Tim Pansel bisa memegang amanah yang sudah diberikan untuk menjalankan proses terbuka dan profesional. “Kalau itu ada pendukung pak Bupati, silahkan buktikan, punya data ndak untuk mengatakan itu,” tegasnya.

Seperti diketahui empat jabatan lowong yang dilakukan seleksi terbuka terdiri dari kepala Dinas Kesehatan dengan 4 pelamar, Dinas Lingkungan Hidup 13 pelamar, Dinas Pemuda dan Olahraga 7 pelamar dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) 8 pelamar. (win)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *