TGH Mujib Belum Mengundurkan Diri Dari Kursi Dewan

Paslon

MATARAM – Maju sebagai Calon Wakil Wali Kota Mataram 2020. Politisi Golkar, TGH Mujiburrahman ternyata belum mengajukan pengunduran diri dari jabatan sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mataram. Ini berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). 

Informasi yang digali Radar Mandalika terkait kepastian pengunduran diri TGH Mujiburrahman. Ketua Harian DPD II Partai Golkar Kota Mataram, H Didi Sumardi, mengaku, sampai saat ini pihaknya di pengurus Partai Golkar Kota Mataram sama sekali belum menerima surat pengunduran diri dari TGH Mujiburrahman. 

“Saya katakan belum. Tinggal beliau membuat sepucuk surat saja,” ungkap Ketua DPRD Kota Mataram itu, pekan kemarin.

Seperti diketahui, bahwa TGH Mujiburrahman akan maju mendampingi bakal calon Wali Kota Mataram 2020 H Mohan Roliskana di Pilkada 2020 pada 9 Desember mendatang. Bahkan kedua kader partai berlambang pohon beringan itu sudah mengantongi Surat Keputusan (SK) dukungan dari dua partai. Golkar dengan 9 kursi dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan 3 kursi di DPRD Kota Mataram.

Karena TGH Mujiburrahman menjabat sebagai anggota DPRD Kota Mataram hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2019. Maka dia harus mengundurkan diri dari jabatannya sebelum mendaftar bersama H Mohan Roliskana ke KPU Kota Mataram untuk tampil di Pilkada 2020. Sebab ketika mendaftar di KPU setempat, TGH Mujiburrahman harus menyertakan surat pengunduran diri. 

Keharusan yang bersangkutan untuk melepas kursi anggota DPRD Kota Mataram merupakan perintah atau amanat UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Bahwa setiap anggota DPRD (tingkat kabupaten/kota dan provinsi), DPD, dan DPR RI yang ingin mencalonkan diri wajib hukumnya mengundurkan diri dari jabatannya.

Lantas kenapa TGH Mujiburrahman belum mengurus proses pengunduran diri? Menurut Didi, karena masa tahapan pendaftaran dan penetapan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram 2020 oleh KPU masih cukup lama. Namun sesama kader Golkar, Didi meyakini TGH Mujiburrahman dipastikan sudah menyiapkan segala dokumen atau berkas persyaratan. Termasuk berkas surat pengunduran dirinya dari anggota legislatif.

“Kami kira beliau sudah mempersiapkan diri. Tinggal menunggu waktu yang tepat saja. Kapan beliau akan kirim surat-suratnya itu. Baik ke partai maupun ke dewan,” ungkap dia.

Lagi pula, menurut Didi, proses pengunduran diri seorang anggota legislatif yang hendak ingin maju di Pilkada cukup simple. Termasuk bagi TGH Mujiburrahman dari daerah pemilihan (Dapil) Kecamatan Sekarbela. Prosesnya, yang bersangkutan tinggal mengirim sepucuk surat ke partai. Dan ditembuskan ke DPDR Kota Mataram. Kemudian dikirim ke KPU. 

“Yang bersangkutan mengajukan pengunduran diri ke partai (Golkar) dengan alasannya. Kemudian di tembuskan ke dewan (DPRD Kota Mataram). Begitu surat partai kita terima, dewan langsung menindaklanjuti ke KPU,” terang dia.

Terpisah, Ketua KPU Kota Mataram, M Husni Abidin, menegaskan, bahwa anggota legislatif, ASN/PNS, TNI dan Polri, yang ingin maju di Pilkada harus menyertakan surat pengunduran diri pada saat mendaftar di KPU. Sementara, tahapan pendaftaran bakal pasangan calon di Pilkada 2020 akan dimulai pada 4-6 September mendatang. 

“Misalnya dia mau mengambil tanggal 4 atau tanggal 6 September terserah. Pada saat dia bawa berkas, di situ harus ada berkas pengunduran diri,” jelas dia. (zak)

1 Review

?s=96&d=mm&r=g
asmiranda
1

bermain game dapat rejeki berlimpah

guys ada kabar baru nich, mau dapatin duit dengan mudah tanpa keluar keringat? dan bisa jadi jutawan dalam waktu yang tidak lama, buruan yach ke qqharian jangan ketinggalan untuk menjadi jutawan.... Click Disini

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Hj. Niken : Bangun Desa Melalui Peningkatan Kualitas PAUD dan PKK

Read Next

Kejutan, PKS Siapkan Suryade, PKB ?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *