Subhanallah, Banjir dan Longsor Terjadi di Lombok

img1612131379818

Jalan di salah satu dusun Desa Sekotong Tengah masih terendam banjir.Jembatan putus di wilayah Pujut Lombok Tengah.longsor di Pusuk Sembalun Lombok Timur.

LOMBOK – Hujan lebat disertai angin kencang pada Sabtu mengguyur Pulau Lombok. Secara bersamaan, banjir dan longsor pun terjadi. Banjir merendam ratusan rumah warga dan fasilitas milik pemerintah terjadi di wilayah Selatan Pulau Lombok. Mulai dari Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur.

Dimana, bukit jalur destinasi wisata Pusuk Sembalun Lombok Timur (Lotim), kembali longsor. Longsor terjadi akibat curah hujan tinggi. Namun tidak ada korban jiwa diakibatkan dari longsor tersebut. Longsor terjadi sekitar pukul 18.00 Wita, Sabtu (30/1) lalu.

Kapolsek Sembalun, IPTU Lalu Panca Warsa, menyebutkan, bukit pusuk Sembalun mengalami longsor hingga menutupi badan jalan, diakibatkan curah hujan tinggi sejak pagi hari. Namun pengendara bisa melintasi jalan, melalui bahu jalan.

“Yang kita syukuri itu, tidak ada korban jiwa,” tegasnya.

Lanjut mantan Kasat Lantas Polres Lobar ini, pihaknya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), rutin melakukan patroli bencana longsor dan pohon tumbang. Pascalongsor yang terjadi di pusuk Sembalun, telah dilakukan penguraian bersama instansi terkait lainnya.

“Di kawasan longsor itu, sudah kita pasang garis polisi. Termasuk, beberapa titik rawan juga, telah kita pasang garis polisi,” terangnya.

Untuk membersihkan material longsor telah dilakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim. “Koordinasi itu, meminta alat berat dikirim, untuk membersihkan material longsor tersebut,” tegasnya.

Mamiq Panca sapaan akrabnya itu, mengimbau masyarakat pengendara yang keluar masuk Sembalun, agar tetap waspada, dan berhati-hati melintasi Sembalun. “Tetaplah waspada disetiap melintasi sepanjang jalur menuju Sembalun. Terlebih, kerap terjadi cuaca ekstrem,” imbau Panca Warsa.

Sementara itu, di Lombok Tengah merendam rumah warga di tiga kecamatan. Sejumlah desa di tiga kecamatan, yakni Kecamatam Pujut, Praya Barat dan Praya Barat Daya terendam banjir. Banjir itu terjadi akibat luapan air sungai yang naik, lantaran diguyur hujan lebat selama seharian, Sabtu (30/1).

Dari tiga kecamatan, banjir yang terparah terjadi di wilayah Kecamatan Pujut. Banjir yang terjadi di sekitar belasan dusun tersebut mempunyai ketinggian air setinggi lutut hingga perut orang dewasa. Bahkan, lokasi lahan untuk pembangunan sirkuit juga terendam.

Untungnya, dalam insiden banjir ini tidak ada korban jiwa. Karena warga yang mengetahui rumahnya akan kebanjiran, mereka langsung mengungsi ke lokasi yang aman.

Plt Kepala BPBD Loteng, H Ridwan Makruf membenarkan, hujan lebat sebelumnya telah menyebabkan banjir di beberapa kecamatan. Namun, untungya semua warga dalam kondisi selamat.

“Kondisi air di sekitar enam desa yang sempat terendam banjir sekarang sudah surut. Wargapun sudah mulai membersihkan rumahnya masing —masing sekarang,” tuturnya.

Ia menyatakan, dari pendataannya hingga sekarang ada sekitar ratusan Kepala Keluarga (KK) di beberapa desa yang terendam bajir itu. “Kami masih melakukan pendataan untuk jumlah keseluruhan rumah warga yag banjir ini,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolres Loteng, AKBP Esty Setyo Nugoroho turun bersama dengan Dandim turun melihat langsung kondisi banjir di lapangan. “Saya bersam Dandim, dalam hal ini langsung turun ke lokasi,” katanya.

Lanjut Esty, setelah melakukan pengecekan di beberapa lokasi sementara belum ada laporan terkait adanya korban jiwa akibat banjir tersebut. Untuk kerugian materil masih belum bisa didata, mengingat warga ada yang mengungsi di wilayah dataran tinggi dan ada pula yang bertahan di rumah masing-masing.

“Setelah kami cek di beberapa titik, belum ada korban jiwa dan alhamdulilah air sudah mulai agak surut,” terangnya.

Di Lombok Barat juga sama. Banjir hebat menerjang Kecamatan Sekotong dan Lembar pada Sabtu (30/1) lalu. Tingginya intensitas hujan pada hari itu mengakibatkan sungai meluap. Akibatnya ribuan rumah dan Puskemas Eyat Mayang terendam banjir, serta sejumlah tembok rumah warga dan fasilitas Puskesmas rusak.

Kemarin, air berangsur surut. Namun sejumlah rumah masih terendam air. Selain itu, bangunan parkiran di puskesmas Eyat Mayang Lembar rusak parah. Kondisi terparah terjadi di Desa Sekotong Tengah Kecamatan Sekotong. Di lokasi itu sejumlah tembok rumah rusak dan jebol. Bahkan menurut penuturan, warga banjir kali ini yang terparah melanda Sekotong. Pasalnya ketinggian air sudah mencapai dada orang dewasa. Air bahkan sempat merendam Polsek Sekotong dan rumah milik wakil bupati Lombok Barat (Lobar) Hj Sumiatun yang berada di seberang jalan besar.

Menurut warga setempat, Yulianti, air mulai masuk rumah sekitar pukul 21.30 Wita.

“Langsung saya naikan barang-barang ke tempat yang tinggi. Kasur pada basah dan ada yang hanyut juga barang-barang,” ungkapnya saat ditemui kemarin.

Beberapa kendaraan miliknya ikut terendam banjir. Ia pun harus membawa anaknya pergi mengungsi sementara waktu, karena takut terjadi banjir susulan. “Mudahan ndak lagi, ini pertamakali terparah,” ucapnya.

Pihak BPBD, kepolisian, TNI, dan Tagana langsung turun melakukan upaya penanganan bencana. Bahkan Bupati Lobar bersama, sekda dan sejumlah kepala OPD turun memberikan bantuan kepada korban terdampak banjir. Berdasarkan data sementara Kecamatan Sekotong, terdapat enam desa yang dilanda banjir. Yakni Cendimanik, Sekotong Tengah, Buwun Mas, Taman Baru, Sekotong Barat, dan Pelanggan.

“Yang paling parah Sekotong Tengah dan Buwun Mas,” ungkap Camat Sekotong, L Pardita.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan para kepala desa yang terdampak untuk melakukan evakuasi terhadap warganya untuk sementara waktu. Sementara itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lobar merilis data sementara banjir melanda tuju desa di Kecamatan Sekotong dan Lembar. Terdiri dari Sekotong Timur dan Eyat Mayang Kecamatan Lembar dan Desa Sekotong Tengah, Taman Baru, Sekotong Barat, Pelangan dan Buwun Mas.

“Berapa KK dan dusun yang terdampak masih kami update. Kami tetap satu pintu datanya dari desa dan kecamatan. Untuk bantuan sudah dari kemarin kita salurkan,” terang Kalak BPBD Lobar, Mahnan yang ditemui di lokasi.

Selain memberikan bantuan, penanganan sementara dilakukan dengan mengevakuasi warga yang rumahnya terendam ke kantor desa dan masjid yang berada di tempay lebih tinggi. “Untuk tenda darurat kita lihat situasi, karena sekarang kondisi sudah surut. Dan warga sudah mulai kembali ke rumah untuk membersihkan lumpur,” jelasnya.

Mengantisipasi banjir susulan mengingat prediksi BMKG masih kemungkinan potensi hujan pekan ini, pihaknya segera mengelar rapat koordinasi penanganan bancana. Menghadirikan seluruh kepala desa se Kecamatan Sekotong. “Dengan adanya hujan saat ini, yang paling terdampak di Sekotong. Apa sih yang terjadi? Ini yang akan kami analisa,” jelasnya.

Disinggung identifikasi awal penyebab banjir, Mahnan memprediksi akibat meluapnya air sungai di kawasan itu karena tingginya debit diakibatkan hujan yang turun seharian. Selain itu diduga tak ada serapan air karena banyaknya pohon di kawasan hutan itu yang ditebang. “Seharusnya air itu masuk ke sungai, tapi sungai tidak menampung debit air meluap. Karena daerah resapan sudah tidak ada,” bebernya.

Hal ini juga yang akan dibahas saat rakor dengan Polres, TNI, Dinas PU dan kepala desa. Meski demikian restorasi sungai untuk penanganan kemudian tetap akan berlanjut. Karena akibat pendangkalan sungai juga berdampak pada drainase. “Termasuk juga untuk drainase di Puskemas Eyat Mayang,” pungkasnya.

“Curah hujan yang tinggi disertai dengan angin kencang terjadi secara merata di daerah dari pukul 17.00 – 19.30 Wita Sabtu 30/01,” sambung Kalak BPBD NTB, Zainal Abidin di Mataram, tadi malam.

Di Lombok Tengah sendiri sendiri bencana Banjir dan Banjir Bandang yang terjadi Sabtu pekan lalu Pukul 18.00 Wita. Di Loteng tercatat hanya  terjadi di Kecamatan Pujut dan Praya Barat padahal satu kecamatan lagi tepatnya di Desa Kabul Kecamatan Praya Barat Daya cukup parah namun tidak masuk didata.

Di Pujut  desa yang terdampak Kuta, Mertak dan Tumpak lalu di Praya Barat yang terdampak Desa Mangkung dan Banyu Urip. “Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Hujan dengan intensitas tinggi terjadi di wilayah Pujut dan sekitarnya sehingga pada pukul 18.00 Wita terjadi bencana banjir dan banjir bandang yang mengakibatkan ratusan rumah terendam dan beberapa rumah rusak,” ungkap Zainal.

Untik kerusakan perumahan, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, fasilitas peribadatan dan dampak lainnya masih dilakukan proses pendataan.

“Kondisi saat ini sudah kondusif, air sudah  surut dan cuaca cerah berawan,” katanya.

BPBD NTB Melakukan Koordinasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Tengah dan BMKG lalu menerjunkan tim untuk  melakukan evakuasi dan bantuan darurat. Dikatakannya juga BPBD telah menyalurkan bantuan logistik. Melakukan penyebaran informasi melalui Medsos.

“Kebutuhan Mendesak pembersihan material banjir,” katanya.

Berikutnya banjir dan banjir bandang juga terjadi di Lombok Barat dimana waktu Kejadian di hari yang sama pada pukul 15.00 WITA. Adapun lokasi bencana di Kecamatan Sekotong Desa/Kelurahan : – Buwun Mas (banjir), Sekotong Barat (banjir bandang), Sekotong Tengah dan Taman Baru. Untuk Gawah Pudak (banjir bandang) di Desa Sekotong Tengah

Sekotong I, Sekotong II, Tanjung Batu, Gunung Kosong, Karang Lebah, lendang Re, Telage Lebur Kebon, Suredadi, Telage Lebur Dese, Mekar Sari, Telage Lebur  Loang Balok, Aik Tangi dan Gunung Anyar.

“Hampir semua wilayah di Pulau Lombok di guyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.  Hujan dengan intensitas tinggi terjadi di wilayah Sekotong dan sekitarnya sehingga pada pukul 15.00 Wita terjadi bencana banjir dan banjir bandang yang mengakibatkan ratusan rumah terendam dan beberapa rumah rusak,” jelasnya.

Data detailnya di Lobar 4.015 Desa Buwun Mas 158 KK, Desa Sekotong Barat 1.153 KK/4.132 Jiwa, Desa Sekotong Tengah 1.820KK/5.578 Jiwa, Desa Taman Baru 884 KK/3.536 Jiwa.

Sementara itu kondisi kerusakan sendiri Perumahan  2 unit rusak sedang di Desa Sekotong Barat Fasilitas Pendidikan  8 unit sekolah terendam di Desa Taman Baru, Fasilitas Kesehatan 1 unit Puskesmas Buwun Mas terendam, Fasilitas Peribadatan 3 Mushala dan 1 Masjid terendam Dampak Lainnya yaitu Talud Jebol di 13 titik di Desa Taman Baru.

Sementara itu di Lombok Timur sendiri terjadi Cuaca Ekstrem (Hujan dan Angin Kencang) dan Tanah Longsor. Ini terjadi di Sembalun Desa/Kelurahan Sajang dan Sembalun Lawang Dusun/Lingkungan Desa Sajang Bawaknao, Sajang.

“Ada tiga KK terdampak,” katanya.

Untuk Kerusakan sendiri Perumahan 2 unit Rusak Berat dan 1 unit Rusak Ringan.  Dampak Lainnya terisolirnya 35 KK di Dusun Lelongken Desa Sajang akibat meluapnya sungan  Dasan Tinggi sejak Kamis, 28 Januari 2021 hingga saat ini. Tergerus jalan desa sajang sekitar 50 m. Terjadi longsoran tebing di pusuk sembalun yang menutup badan jalan.

“Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem (Fenomena La Nina) berupa angin kencang dan hujan lebat yang berpotensi menyebabkan terjadinya bencana Banjir, Tanah Longsor dan Angin Puting Beliung,” ulasnya.

Sementara itu di Sumbawa Barat juga terjadi bencana angin puting beliung. Hingga berita ini dituturunkan BPBD NTB mengaku belum mendapatkan laporan dari BPBD setempat.

“Masyarakat sudah dirumah masing masing, hujan lebat diluar normal sehingga runoff tinggi diserai lumpur, pada saat tersebut terjadi pasang tinggi, Sehingga limpasan itu terhalang oleh air laut. Semoga ini siklus 10 tahunan, untuk itu kami mengimbau kepada kita semua kalau hujan disetai angin kencang spy tetap berada dlm rumah, jangan buang sampah diselokan, tetap pelihara kelestarian hutan kita,” imbaunya.

Sementara itu berdasarkan data Pemdes Kabul Kecamatan Praya Barat Daya yang didapatkan koran ini terdapat 100 orang yang terdampak di empat dusun yaitu dusun Kangas Daye, Kangas Lauk, Pampang dan Kending Sampi.  Lalu ada 5 Fasilitas Umum rusak parah terdiri dari tiga jembatan, satu musholla dan satu Pontren Yayasan Samsul Maarif.

Data lainnya      Rumah Korban jenis Rusak Ringan     64 KK,      Rusak Sedang    5 KK, Rusak Berat    6 KK. Berikitnya Ternak/Unggas Yang Meninggal Sapi 1 Ekor, Ayam Kampung 154 Ekor,      Itik 86  Ekor dan       Lahan Pertanian/Tanaman Padi seluas 10  Ha. Berikutnya taksiran kerugian mencapai  Rp. 500.000.000. (jho/win/jay/fa’i)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Gesit, Gubernur Langsung Terjun ke Kuta dan Sekotong

Read Next

Dilaporkan Tahun 2016, Pemerintah Tutup Mata

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *