Sopir Status ODP Meninggal Dunia Perjalanan ke Puskesmas

antarafoto simulasi penanganan pasien corona dipalu 4320 mh 6

ilustrasi

MATARAM-Seorang sopir truk yang masuk dalam status orang dalam pengawasan (ODP), meninggal dunia di perjalanan saat hendak ke Puskesmas Kediri, Lombok Barat.

Ketua pelaksana badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Provinsi NTB, H. Ahsanul Kholik membenarkan terkait  informasi ODP  yang meninggal dunia. Inisial SH 45 tahun warga Dusun Samak Miring, Desa Montong Are Kediri Lombok Barat.

 “Memang benar punya riwayat telah melakukan perjalanan pada tanggal 16 Maret 2020 berangkat dari Lombok ke Mojokerto. Selanjutnya 23 Maret 2020 yang bersangkutan dari Mojokerto menggunakan truk pengangkut barang bersama 2 orang temannya,” ceritanya.

Dilanjutkan cerita, tanggal 24 Maret 2020 almarhum datang melaporkan diri dan diperiksa di Puskesmas Pembantu Montong Are, dengan keluhan batuk, pilek dan pusing. Namun tidak dalam kondisi demam dan tensi juga normal 120/80 dengan suhu tubuh 36⁰ C.

“Almarhum pada saat itu diberikan obat sesuai dengan keluahannya dan pulang,” bebernya.

 Melihat riwayat alamarhum yang pernah melakukan perjalanan ke daerah Mojokerto Jawa Timur sebagai daerah yang juga terpapar Covied- 19 atau virus korona. Maka pihak puskesmas pembantu Montong Are kemudian menetapkan status almarhum sebagai ODP, dan status tersebut juga sudah diinformasikan kepada kadus, kades, babinsa.

“Tanggal 25 Maret 2020 kondisi almarhum karena baikan dan tidak memiliki keluhan, dalam kondisi sebagai ODP keluar pada malam harinya bermain bulutangkis. Tanggal 27 Maret 2020 almarhum kembali datang ke Puskesmas Pembantu Montong Are dan melaporkan diri ke petugas puskesmas hanya mengalami gangguan batuk, dan oleh petugas Pakesmas pembantu dilakukan pemeriksaan, kondisi almarhum normal dan benar hanya mengalami gangguan batuk,” katanya.

Lanjut, 28 Maret 2020 tidak ada informasi keluhan kepada petugas. 29 Maret 2020 pada pukul 05.00 Wita subuh, sesuai informasi keluarganya bahwa almarhum mengalami sesak nafas namun oleh keluarga tidak langsung dibawa untuk melakukan pemeriksaan dan baru sore harinya pukul 18.00 Wita keluarga membawa ke Puskesmas.

“Tiba di Puskesmas pada pukul 18.20 Wita dalam kondisi sudah meninggal,” jelasnua/

Ahsanul Kholik menegaskan  bahwa, terhadap kasus ini kita juga belom bisa memastikan apakah meninggal karena Covied- 19 atau bukan, masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. (r3)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Paket Suryade-HZT Sudah Final?

Read Next

Pilkada Serentak Bisa Diundur Hingga September 2021

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *