Soal IPM, Gubernur: Jangan Khawatir

F Gubernur NTB scaled

JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA Zulkieflimansyah

MATARAM – Pemerintah Provinsi NTB tanggapi santai soal posisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB yang masih berada diurutan ke 29 se -Indonesia. Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah justru melihat posisinya tidak begitu mengkhawatirkan.

“IPM kita masih mendingan,” kata gubernur santai, kemarin.

Bang Zul sendiri tidak begitu risau, sebab masih banyak program Pemprov yang membuat dirinya optimis, misalnya dibidang kesehatan dimana program posyandu berhasil dengan indikator kasus stunting di NTB bisa kendalikan.

“Saya termasuk tidak terlampau risau risau amat,” katanya.

Data BPS NTB IPM NTB Tahun 2020 mengalami peningkatan dari 68,14 di tahun 2019 menjadi 68,25 pada tahun 2020. IPM Provinsi NTB masih berada pada kategori capaian sedang. Pertumbuhan IPM NTB di tahun 2020 mencapai 0,16 persen. Laju pertumbuhan IPM NTB tahun ini merupakan yang terendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Dari dimensi kesehatan yang digambarkan oleh indikator Umur Harapan Hidup, di tahun 2020 Provinsi NTB mencapai 66,51 tahun. Indikator ini meningkat sebanyak 0,23 tahun dibandingkan tahun 2019.

Dimensi pendidikan digambarkan oleh indikator Harapan Lama Sekolah dan Rata-rata Lama Sekolah. HLS Provinsi NTB di tahun 2020 Provinsi NTB mencapai 13,70 tahun, meningkat 0,22 tahun dibandingkan tahun 2019. Sedangkan RLS-nya sebesar 7,31 tahun dan nilai ini meningkat sebanyak 0,04 tahun dibanding tahun sebelumnya.

 Dari dimensi hidup layak yang digambarkan oleh indikator Pengeluaran Per Kapita yang disesuaikan, capaian Provinsi NTB di tahun 2020 sebesar 10,35 juta rupiah per orang per tahun. Indikator ini menurun sebanyak 289 ribu rupiah dibandingkan tahun 2019.

“(Karena) masih banyak program optimisme seperti posyandu berhasil. Sunting bisa dikendalikan,” ucapnya.

Sementara itu, anggota DPRD NTB, Nauvar F Farinduan juga memberikan tanggapan terkait IPM tersebut. Ia mengatakan cobaan terberat 2020 pada saat ini adalah kondisi pandemi, yang memaksa jalannya pemerintahan tidak seperti pada umumnya atau biasanya sehingga terjadi distorsi dalam menentukan referensi dasar penilaian layanan publik terkait capaian akselerasi pembangunan di daerah, Dalam kondisi pandemi terlihat kepemimpinan Zul Rohmi cukup baik dan cepat dalam merespon walaupun memang belum dapat memuaskan seluruh pihak, dapat di maklumi karena kondisi pandemi merupakan kondisi yang baru dan luar biasa terjadi.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD NTB itu tidak ingin membandingkan antara hasil IPM Zul dengan masa TGB saat itu.

“Secara umum saya tidak bisa memberikan komparasi, karena saat TGB saya belum masuk sebagai bagian dr perumusan Kebijakan di daerah, sehingga saya tidak bs  mengkomparasi dengan Era Dr Zul,” kata Farin terpisah.

Politisi asal Lobar itu mengatakan kalau dilihat dari perspektif anggaran, terlihat bahwa postur anggaran (pendapatan dan belanja) sebelum, sedang, ataupun pasca pandemi, NTB  cukup baik dalam menjaga kestabilan kapasitas fiskal walaupun terjadi realokasi dan refokusing pada tahun 2020.

Ia pun menyimpulkan kalau seandainya pandemi ini tidak terjadi, dan melihat kemampuan fiskal daerah seperti layaknya saat ini,  harusnya akselerasi daerah akan melesat lebih jauh kedepan, tentu ini menjadi harapan saya akan terjadi pada tahun 2021, IPM dapat meningkat, kemudian cita cita Industrialisasi daerah juga dapat memberikan peran dan tambahan bagi daerah, selain dari sumber sumber tulang punggung daerah seperti Pertanian dan Pariwisata.

Selain itu secara politis kedepan, kepemimpinan Zul- Rohmi tetap harus mampu menjaga harmonisasi yang lebih baik dengan Legislatif, baik sebagai support referensi OPD (Eksekutif) ataupun tugas tugas teknis lainya yang menjadi kerja bersama eksekutif dengan DPRD.

“Ini tujuan kita agar akselerasi dari cita cita dan Harapan NTB Gemilang kedepan benar benar dapat di wujudkan dalam periodesisasi ini,” pungkasnya. (jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Hamil Enam Bulan, Pasangan Kekasih Ini Diamankan Polisi

Read Next

Warga Temukan Granat di Sembalun

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *