LOBAR—Permasalahan ribuan warga miskin Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang BPJS -nya dinonaktifkan di Lombok menjadi perhatian serius Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Hj Lale Syifaun Nufus. Wanita berjilbab itu bahkan sempat menyinggung permasalahan tersebut saat melakukan Reses di Kantor DPC Gerindra Lombok Barat (Lobar), Senin (4/5).
Menurutnya permasalahan itu tengah fokus menjadi perhatian Komisi VIII DPR RI tempat dirinya bernaung hari ini.
“Kami di Komisi VIII sangat konsen untuk masyarakat,” terang Lale kepada awak media.
Komunikasi hingga koordinasi intensif dilakukan Komisi VIII dengan Kementerian Sosial atas permasalahan tersebut. Sebab hingga kini masyarakat miskin tersebut sangat membutuhkan pelayanan kesehatan. Terlebih wanita asal Lombok Timur (Lotim) itu tak menampik masih banyak penerima bantuan sosial pusat yang tidak tepat sasaran.
“Dengan Menteri Sosial kami terus komunikasi, memang banyak yang tidak tepat sasaran. Kami sedang koordinasikan,” ucap Lale Syifa.
Tidak sekedar hanya berkomunikasi, Lale Syifa mengaku pihaknya para wakil rakyat juga turun melakukan pendataan masyarakat miskin yang layak menerima bantuan tersebut. Termasuk mereaktivasi kembali penerimanya PBI itu agar tepat sasaran.
“Menteri sosial juga meminta kepada kami di masing-masing Dapil (Daerah Pemilihan) untuk mendata. Mana yang tepat sasaran tentu layak untuk menerima. Dan sudah ada yang direaktivasi kembali,” pungkasnya.
Saat pelaksanaan Reses itu, beberapa aspirasi masyarakat langsung didengar oleh Lale Syifa. Bahkan ia mengaku siap menyampaikan setiap aspirasi masyarakat itu kepada pemerintah pusat.
Sementara itu, Sekretaris DPC Partai Gerindra Lobar Romi Rahman menyambut baik reses yang digelar di Lobar. Pria yang juga aktif sebagai Anggota DPRD Lobar itu bahkan menyempatkan menitipkan harapan perbaikan sejumlah fasilitas publik Di Lobar yang masuk kewenangan Pemerintah Pusat seperti perbaikan Jembatan Bakong penghubung Desa Kebon Ayu Gerung dengan Desa Lembar.
Terpisah, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Lobar mencatat peserta PBI Lobar yang BPJSnya di Nonaktif mencapai sekitar 32 ribuan ribu orang. Jumlah itu telah berkurang dari tahun lalu yang mencapai 47 ribu orang. Kepala DSP3A Lobar, Arief Suryawirawan mengaku warga Lobar penerima PBI yang BPJSnya di Nonaktifkan tinggal sedikit. Kondisi itu dikarenakan banyaknya peserta PBI yang baru dan direaktivasi.
“Sisanya sekitar 32 ribu,” ujarnyanya.
Meski sudah berkurang, namun Arief belum bisa memastikan PBI yang baru aktif itu apakah sudah termasuk dengan sebagian penerima bantuan yang dinonaktifkan BPJS-nya.
“Itu yang perlu kita cek lagi. Karena untuk warga miskin yang masuk Desil 1 sampai 5 dibiayai oleh negara,” pungkasnya.(win)
