Sepekan, Dua Pasien Covid-19 Meninggal di Mataram

Tris

RAZAK/RADAR MANDALIKA dr Tris Cahyoso

MATARAM – Tingkat kematian pasien positif Coronavirus Disease atau Covid-19 di Mataram bertambah. Dalam sepekan saja, hingga dua orang pasien positif virus corona meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram. Artinya, tetap ada saja pasien yang terpapar corona meninggal dalam seminggu.
Petugas Pelaksana (Plt) Wakil Direktur RSUD Kota Mataram, dr Tris Cahyoso mengaku tidak hafal berapa angka kematian pasien positif Covid-19 sejak bulan Januari-April 2021. Namun diakui, bahwa dalam sepekan ada saja pasien meninggal di rumah sakit pelat merah tersebut. “Dalam seminggu mungkin satu-dua (pasien meninggal),” katanya, belum lama ini.
Berdasarkan data Pemprov NTB yakni Kewaspadaan Covid-19 Kabupaten/Kota di Provinsi NTB tertanggal 4 Mei 2021, tercatat total kasus di Mataram mencapai 3.427 kasus. Dengan rincian, total pasien sembuh sebanyak 2.852 orang, masih isolasi sebanyak 457 orang, dan sisanya meninggal 158 orang.
Menurut dr Tris, tingkat kematian pasien positif Covid-19 di Mataram tergolong tinggi. Begitu pun dengan angka kematian pasien se NTB. Karena sebagai rumah sakit rujukan penanganan pasien positif virus corona, banyak pasien yang dilarikan ke RSUD Kota Mataram. Bahkan saat ini ada puluhan pasien positif yang terindikasi memiliki penyakit komorbit sedang dirawat pihaknya.
“Kebanyak yang sudah gawat lari ke kita. Karena itu, masyarakat kalau masih tidak terlalu berat tetap di rumah. Kadang-kadang seperti itu. Tapi kalau udah berat baru ke kita,” ujarnya.
Penyebaran pandemi Covid-19 tetap menjadi atensi pemerintah. Karena itu, ujar dr Tris, pemerintah terus menggencarkan program vaksinasi. Selain itu, Pemkot Mataram masih membuka rumah sakit darurat yakni di Fizz Hotel dan Nutana Hotel. “Kalau memang berat baru masuk rumah sakit,” katanya.
dr Tris menambahkan, vaksinasi cukup efektif menangkal virus corona. Untuk itu, Warga masyarakat diminta agar bersedia untuk divaksinasi. Karena vaksin ini sangat penting untuk sistem kekebalan tubuh guna menangkal virus corona. Terlebih untuk mengantisipasi penyebaran varian baru mutasi virus corona asal India dan Afrika Selatan.
dr Tris memberi gambaran bahwa belum lama ini ditemukan adanya varian baru mutasi virus corona di Bali, yang mengakibatkan pasien positif meninggal dunia. “Menurut rilis dari Kemenkes (Kementeria Kesehatan), kasus yang di Bali itu ada dua orang. Satu meninggal belum divaksin. Yang satu lagi udah divaksin dua kali, akhirnya survive,” ujarnya. (zak)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Pimpinan Dhirza Group Dukung Jaksa Usut Tuntas Proyek RTG

Read Next

Reses Muhdan, Janji Prioritaskan Petani

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *