Pimpinan Dhirza Group Dukung Jaksa Usut Tuntas Proyek RTG

F RTG 2

KHOTIM/RADARMANDALIKA.ID PROYEK: Sejumlah wartawan sedang mengambil gambar hasil pengerjaan proyek RTG di Desa Pagutan, belum lama ini.

MATARAM-Pimpinan perusahaan Dhirza Group, Nana Dhirza angkat bicara terkait polemik dan dugaan permasalahan yang terjadi di proyek pembangunan rumah tahan gempa (RTG) Kabupaten Lombok Tengah.
Nana mengaku, pihaknya buka suara ke public lantaran risih dengan pemberitaan di media soal RTG belakang ini. “Tapi pada kesimpulannya, kami atas nama perusahaan Dhirza Group sangat mendukung langkah jaksa mengusut tuntas permasalah yang terjadi,” tegasnya kepada media di Mataram.
Nana menerangkan, kendati pihaknya sejak tahun 2018 sudah bertindak sebagai aplikator rumah instan sederhana sehat (Risha) di Lombok. Ia mengaku baru kali ini pengerjaan RTG khususnya di Lombok Tengah banyak masalah.”Kami tidak paham apa penyebab semua ini. Dan ingat loh ya, Lombok Tengah dari awal ada RTG pengerjaannya paling cepat dan terbaik itu juga diakui pemerintah pusat,” ungkapnya.
Nana juga menyebutkan, langkah jaksa sudah cukup tepat. Demikian juga aparat penegak hukum (APH) lainnya. Harusnya menurut dia, aplikator yang diberikan bekerja RTG sudah memiliki fakta integritas yang dikeluarkan Korem dan langsung ditandatangani Danrem. Namun sekarang semua mudah tanpa memikirkan kualitas pengerjaan dan lainnya.
“Kami juga kerjaan RTG, Cuma kami betul-betul memperhatikan pekerjaan di lapangan. Ingat loh, ini yang kita bangunkan untuk keluarga kita yang kehilangan tempat tinggal karena gempa bumi,” ujarnya.
Namun dari persoalan yang ada sekarang ini. Nana atas nama perusahaan juga tidak menampik hasil pekerjaannya paling baik. Tapi atas dasar persoalan yang ada, apalagi masuk ke ranah hukum ini menjadi bagian bersama-sama para aplikator untuk memperhatikan tugas dan tanggungjawab di lapangan.

Terpisah, Plt Kalak badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Lombok Tengah, H Ridwan Ma’ruf yang dikonfirmasi terkait laporan RTG yang masuk di kejaksaan irit bicara. Ridwan juga menepis adanya laporan yang masuk terkait proyek RTG ke APH.
“Tidak ada dik, kalau memang sudah dilaporkan, ya biarkan kejaksaan yang bekerja,” jawabnya singkat kepada media. (tim/red)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

LSM Gabungan Datangi Dewan

Read Next

Sepekan, Dua Pasien Covid-19 Meninggal di Mataram

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *