Saksi Ahli Mangkir

f BPR 1

JAYADI/RADAR MANDALIKA Otto Sempotan

PRAYA—Penanganan kasus dugaan korupsi kredit fiktif Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Lombok Tengah (Loteng) menuai kendala.

Hal ini, selain karena audit dari Inspektorat NTB belum keluar, namun hingga sekarang saksi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak kunjung memenuhi panggilan untuk dimintai keterangannya. Padahal, Kejaksaan Loteng sudah melayangkan dua kali surat panggilan.

Alasan tidak penuhi panggilan tersebut adalah selain karena saksi ahli itu sedang sakit, tapi  karena persoalan pandemi virus Covid-19 yang masih melanda.

Kepala Kejari Loteng, Otto Sempotan menyatakan penanganan  kasus BPR masih dalam proses.  Saat ini, tahapan prosesnya adalah meminta keterangan dua saksi ahli. Diantaranya, dari saksi ahli pidana dan saksi ahli dari OJK yang sebagai perbankan.  Selain itu, pihaknya juga sedang menunggu hasil audit dari Inspektorat NTB.

“Masih tetap berjalan prosesnya. Kami hanya tinggal meminta keterangan saksi ahli dan menunggu audit dari Inspektorat NTB,” katanya, kemarin.

Namun demikian, yang menjadi persoalan saat ini adalah, saksi ahli dari OJK ini hingga sekarang belum kujung hadir untuk memenuhi panggilanya. Padahal, pihaknya sudah dua kali melayangkkan panggilanya. 

“Alasanya, karena sedang sakit dan karena pandemi virus ini,” tuturnya.

Ia menegaskan, keterangan saksi ahli dari OJK ini sangat penting sekali.  Karena menyangkut perbankan dan karena sebelum OJK telah melakukan audit terhadap BPR.

“Keterangan saksi ahli OJK ini sebagai salah satu kunci dalam penanganan kasus BPR itu. Sehingga saya harapkan saksi ahli yang ditunjuk OJK itu agar memenuhi panggilan,” jelasnya.

Ia meyatakan, dalam penetapan tersangka sebuah kasus korupsi itu tidak mudah dibayangkan.  Sebab, membutuhkan proses yang memang terbilang cukup panjang. Karena harus memenuhi akal bukti sudah terkumpul  dan memenuhi unsur pembuktian yang ada.

Kalau ada rencana penetapan tersangkanya, pasti kami akan langsung umumkan,” ucapnya.

Disinggung mengenai informasi bahwa kasus ini akan dialihkan ke pidana umum (Pidum), ia mengaku, kalau untuk urusan itu, tergantung dari hasil pemeriksaan saksi ahlinya nantinya. 

“Pemeriksaan masih proses. Jadi kita tunggu hasilnya terlebih dahulu ya,” tuturnya.

Sementara itu, Kasi Intelejen Kejari Catur Hidayat Putra menyatakan, pihaknya akan terus melakukan penyelidikan pada kasus dugaan kerdit fiktif di BPR itu.

“Tapi untuk prosesnya pastinya membutuhkan waktu terbilang lama. Karena memang aturanya harus ada bukti yang kuat,” jelasnya.  (jay)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Galian C Ilegal Makin Menjamur di Lotim

Read Next

Kuasa Hukum Sebut Jaksa Tidak Cermat

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *