RS Standar Internasional di Sengkol Dibangun Juli Ini

F Eka

ITS/RADAR MANDALIKA dr Nurhandini Eka Dewi

MATARAM – Rumah Sakit Internasional yang berada di desa Sengkol Pujut Lombok Tengah akan dibangun bulan ini. RS tersebut merupakan persiapan pelaksanan MotoGP 2021. Anggaran pembangunannya mencapai Rp 45 Miliar itu harus bisa tuntas dibangun hingga Desember ini. Saat ini proses tendernya sedang berjalan. Dinas Kesehatan Provinsi NTB berharap proses tendernya bisa berjalan lancar di pusat.

“Kita berdoa saja prosesnya bisa lancar. Agar sesuai jadwal bisa dibangun Juli (bulan) ini,” terang Kadikes NTB, dr Nurhandini Eka Dewi di konfirmasi di Mataram, kemarin.

Eka mengatakan konstruksi bangun RS itu tidak begitu besar. Jika dicontohkan akan sama seperti bekas RSUD Praya dulunya. Namun yang menjadi kelebihan semua alat kesehatan lengkap dan harus sesuai standar Internasional.

“Besar bangunannya ia seperti rumah sakit Praya dulu. Kecil tapi Alkesnya lengkap,” katanya.

RS tersebut merupakan pendukung penting pelaksanaan even MotoGP. Pada pergelaran Internasional itu harus didukung dengan akses RS bertaraf Internasional dengan jangka waktu tempuh 10 sampai 15 minut dari sirkuit jika ada kejadain kejadian emergency.

“Kalau ke RSUD Praya kan tidak mungkin Karena jarak tempuhnya 45 menit. Makanya dibangun RS Internasional ini,” ucap Eka.

Selain menyiapkan RS, Dikes juga sedang berupaya agar semua alat alatnya bisa menembus Kementerian Kesehatan di Jakarta langsung. Alias semua kebutuhan Alkes harus bisa dipastikan tersedia di pusat. Mengingat jika telah siap dipakai alat alatnya pun harus siap.

“Sebenarnya selain untuk tamu Internasional. RS ini juga bisa melayani masyarakat setempat,” ucap Eka.

Disinggung dengan SDM, Eka mengatakan tidak akan ada rekrutmen  Tenaga Kesehatan (Nakes) baru. Dikes nanti akan mengambil dari mereka yang telah lulus mengikuti CPNS tahun ini baik kalangan dokter maupun perawat. Jika nanti masih banyak dibutuhkan kekurangannya bisa saja saling mengisi dengan RS Provinsi dan kabupaten lainya.

“Yang pasti diawal awal nanti tidak begitu banyak tenaga kesehatan yang mengisinya,” terang Eka.

“Megahnya Insya Allah megah tapi tenaga nya efisien efektif,” pungkasnya. (jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Rapid Test, Ada yang Untung?

Read Next

Gugus Tugas Kembali Galakkan Kampanye Bahaya Covid-19

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *