Hj. Nurul Adha. (Ist/RADAR MANDALIKA) 

LOBAR—Wakil Bupati Lombok Barat (Lobar) Hj. Nurul Adha sudah mengirim usulan pelantikan calon Sekretaris Daerah (Sekda) Lobar kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Selepas memperoleh rekomendasi Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk proses tahapan pelantikan Sekda Lobar itu.

Meski enggan membocorkan satu nama yang dipilihnya, wanita yang akrab disapa Ummi Nurul ini mengisyaratkan calon Sekda itu merupakan peraih nilai tertinggi Seleksi Terbuka (Selter) Sekda Lobar beberapa waktu lalu. Satu nama itu juga sudah disetujui Gubernur.

“Saya sudah istikharah, memilih satu nama, dan nama itu didiskusikan dengan Pak Gubernur kemarin sore. Dan alhamdulillah Pak Gubernur juga sudah menyetujui satu nama dan ditandatangani rekomendasinya untuk kami kirim kembali ke Mendagri dan BKN,” terang Wabup Lobar Ummi Nurul, Jumat (16/10).

Selepas mengirim langsung rekomendasi Gubernur untuk pelantikan Sekda Lobar itu, pihaknya kini tinggal menunggu Persetujuan Teknis (Pertek) Mendagri. Pihaknya memperkirakan prosesnya akan memakan waktu kisaran dua sampai tiga pekan.

“Kita menunggu,” pungkasnya.

Sementara itu, Penjabat Sekda Lobar, H. Saepul Akhkam, memastikan proses selter Sekda sudah mencapai puncaknya dengan pengiriman usulan pelantikan kepada Kemendagri selepas menerima rekomendasi Pemerintah Provinsi.

“Alhamdulillah untuk seleksi Sekda kita sudah sampai ke puncak dari tugas saya secara pribadi ya selaku Pj Sekda, kemudian memproses secara administratif di tingkat lanjut, setelah kami menyerahkan pertek BKN ke pihak provinsi selaku wakil pemerintah pusat di daerah,” terang Akhkam.

Ditegaskan Akhkam, calon sekda terpilih merupakan peraih ranking tertinggi saat Selter Sekda. Wabup juga sempat berdiskusi dengan Gubernur atas satu nama calon sekda tersebut. Pak Gubernur berpesan Sekda tersebut harus mampu mendampingi Wabup menjadi komandan birokrasi di pemerintah Kabupaten Lobar dan mengedepankan integritas.

Meski tidak mengumbar nama calon sekda tersebut, namun Akhkam sedikit membocorkan calon sekda terpilih itu cukup diakui bisa berkomunikasi baik dengan legislatif.

“Alhamdulillah punya kemampuan berkomunikasi baik, tidak hanya kepada teman-teman di kalangan birokrasi kita, tapi alhamdulillah beliau juga punya kemampuan berkomunikasi yang baik dengan anggota DPR dan jajaran pimpinan,” bebernya.

Hal ini krusial mengingat Sekda menjabat sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Hubungan kerja antara eksekutif dan legislatif merupakan satu kesatuan sistem pemerintahan daerah. Sekda berfungsi sebagai jembatan (bridge) untuk memastikan penyelarasan program pembangunan berbasis Rencana Pembangunan Jangka Panjang/Menengah Daerah (RPJMD) serta pembahasan anggaran berjalan harmonis dan taat aturan.

Saat ditanya mengenai target waktu penyelesaian seluruh tahapan seleksi ini, Pj Sekda berharap penetapan dan pelantikan pejabat definitif dapat terealisasi dalam waktu dekat. Bahkan dirinya berharap bisa selesai dan pelantikan dilakukan sebelum tanggal 7 November.

“Kalau saya, tugas saya secara administratif yang mengantar Pansel Sekda ini, saya berharap sebelum tanggal 7 November kami sudah punya jawaban. Karena saya pendak (bosan) jadi sekda,” pungkasnya. (Win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *