H. Saepul Akhkam. (WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA) 

LOBAR—Seleksi Terbuka Pimpinan Atau Komisioner Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Lombok Barat (Lobar) resmi dibuka Selasa (16/10), pascasempat ditunda pelaksanaannya oleh Pemkab Lobar Agustus lalu.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Barat, H. Saepul Akhkam, menjelaskan bahwa pembukaan pendaftaran ini dilakukan setelah proses sebelumnya sempat ditunda dan dikonsultasikan langsung ke BAZNAS Pusat. Berdasarkan hasil konsultasi tersebut, proses seleksi sebelumnya dianulir dan diterbitkan surat keputusan (SK) Tim Pansel yang baru.

“Kemarin kita sempat menunda, dan hasil penundaan kita, kita konsultasikan ke BAZNAS Pusat. Yang membuat kami kemudian, ya, karena belum berproses, jadi kita anulir proses sebelumnya,” ujar H. Saepul Akhkam.

Menurut Akhkam, SK Tim Pansel yang baru terdiri dari perwakilan Sekretariat Daerah, unsur Kementerian Agama, serta unsur dari BAZNAS Provinsi. Pemkab Lombok Barat juga telah berdiskusi dengan Ketua BAZNAS Provinsi terkait jadwal penerimaan pendaftaran yang dibuka mulai 16 Oktober itu.

“Alhamdulillah SK Tim Pansel itu sudah ditandatangani oleh Bu Wakil Bupati,” bebernya.

Lebih utama, Akhkam membeberkan kriteria Komisioner BAZNAS yang diinginkan Pemkab Lobar. Pimpinan BAZNAS harus memahami secara mendalam mengenai pengelolaan dana amil zakat. Mengingat BAZNAS tidak sekadar menghimpun infak dan sedekah, melainkan juga berfokus pada pencatatan zakat, baik zakat mal maupun zakat fitrah.

Selain itu, pimpinan BAZNAS juga dituntut memahami delapan golongan yang berhak menerima zakat (asnaf) agar penyalurannya tepat sasaran dalam kerangka pengentasan kemiskinan yang menjadi salah satu program daerah.

“Saya mengibaratkan APBD ini adalah kantong kanannya bupati, nah sebisa mungkin untuk mengentaskan kemiskinan beliau punya kantong kiri, kantong kiri ini disiapkan dan disediakan oleh BAZNAS, tentu untuk apa itu? Untuk memastikan bahwa RPJMD kita dapat kita capai,” paparnya.

Tidak cukup hanya pada sisi profesional, pengembangan ekonomi umat juga menjadi keharusan penting. BAZNAS dituntut memiliki kerangka berpikir visioner mengembangkan zakat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Sehingga UMKM kita bisa tumbuh dan mengharapkan dari BAZNAS salah satunya,” imbuhnya.

Dalam hal penentuan waktu kerja, Saepul Akhkam menegaskan pentingnya komitmen penuh (full-time) bagi para pimpinan BAZNAS terpilih nantinya. Bahkan ditegaskan pimpinan itu harus lebih mengutamakan tugasnya di BAZNAS, dan bukan menjadikan pekerjaan BAZNAS sebagai sampingan.

Pihaknya berencana untuk mengonfirmasi tingkat kesibukan para pendaftar agar posisi pimpinan BAZNAS diisi dengan maksimal.

“Jadi harus pekerjaan utama, bukan sekadar pekerjaan sampingan di sela profesi lainnya,” pungkasnya. (Win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *