Ratusan Terduga Preman di Lotim Digulung Polisi

F KETERANGAN PERS

IST / RADAR MANDALIKA KETERANGAN : Kapolres Lotim bersama instansi terkait lainnya, saat memberikan keterangan pers hasil operasi penberantasan premanisme di wilayah hukum polres Lotim, kemarin.

LOTIM – Anggota Polres Lombok Timur (Lotim) selama operasi pemberantasan premanisme mengamankan setidaknya 109 preman. Jumlah tersebut, didapat dari 21 titik lokasi operasi dilakukan bersama jajaran Polsek.
Kemarin, dalam keterangan pers bersama instansi terkait lainnya, Kapolres Lotim, AKBP Tunggul Sinatrio SIK mengatakan, operasi premanisme dilakukan Senin (14/6) lalu, dengan hasil 141 orang. Sedangkan Kamis (24/6) diamankan 109 orang, yang tersebar di 21 titik wilayah hukum Polres Lotim.
Dari operasi itu, diamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 762 ribu, dua buah pluit, dan dua bendel karcis parkir. Para terduga preman yang sebagian besar juru parkir (jukir) itu, disebut melanggar Peraturan Daerah (Perda) nomor 10 tahun 2016 pasal 28. Dimana mereka tidak menggunakan pakaian seragam, tanda pengenal serta perlengkapan lainnya yang telah ditetapkan.
“Ancaman perbuatan terduga preman yang kebanyakan juru parkir ini, kurungan paling lama tiga bulan, atau denda paling tinggi Rp 50 juta,” jelasnya.
Kapolres menambahkan, guna memberikan rasa aman dan nyaman terhadap masyarakat, direkomendasikan untuk melakukan penertiban terhadap premanisme dalam areal publik di wilayah Lotim. Selain itu, agar dibentuk Satuan Tugas (Satgas) pengendalian premanisme yang dinaungi sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pariwisata (Dispar), Dinas Perdagangan (Disperindag) dan Bakesbangpoldagri.
“Kami mendorong untuk aktif dilakukan sosialisasi peraturan yang ada. Mereka yang kami amankan akan dibina, diberikan teguran, dengan maksud atau tujuan untuk dapat memberikan rasa aman terhadap warga. Serta mendorong kemajuan ekonomi daerah lombok timur,” ujarnya.
Sementara Kepala Dishub Lotim, Purnama Hady, menyebutkan, penegakan Perda nomor 10 tahun 2016 tentang pengelolaan parkir di wilayah lotim, terus dilakukan Dishub bersama OPD lainnya. Jukir dibawah Dishub, telah memiliki data dan legalitas jelas. Serta, dilengkapi dengan tanda pengenal, serta seragam. “Kerjasama dengan pihak terkait akan terus dilakukan, terutama menertibkan para juru parkir liar yang beroperasi di wilayah Lombok Timur,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid PMS Bakesbangpoldagri Lotim, Mustayin mengungkapkan, potensi panarikan retribusi di wilayah Lotim sejatinya sangat banyak. Akan tetapi potensi-potensi itu pengelolaannya belum maksimal.
“Perlu dilakukan kerjasama dengan semua pihak, agar target penyerapan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tercapai,” pungkasnya. (fa’i/r3)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Pemkab Mana? Banjir Rob di Cemara Belum Tertangani

Read Next

Agustus Musda Demokrat NTB

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *