Puluhan Warga NTT Tertahan di Pelabuhan Lembar

WhatsApp Image 2020 04 19 at 05.38.38

IST/RADARMANDALIKA.ID TERTAHAN: Puluhan warga NTT yang hendak pulang kampung tertahan di Pelabuhan Lembar, Sabtu kemarin.

MATARAM – Perjalanan pulang kampung puluhan warga Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui jalur NTB tidak bisa berjalan mulus. Mereka tertahan di Pelabuhan Lembar.

Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Perhubungan telah melakukan langkah – langkah strategis  tentang kepulangan warga NTT dengan tujuan antara lain Sumba, Manggarai, Ende, Bajawa dan lainnya. Kondisi saat ini, pekerja yang akan pulang kampung tersebut masih tertahan di Sape, Kabupaten Bima dan Lembar Kabupaten, Lombok Barat.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB Drs. Lalu Bayu Windia, M.Si mengatakan, gelombang kepulangan warga NTT melalui dua pelabuhan yaitu, Pelabuhan Sape dan Lembar akan terus berlangsung. Mereka adalah warga NTT yang selama ini bekerja di Jawa, Bali dan lainnya yang pulang kampung karena aktivitas di tempat bekerja sudah sangat terbatas akibat Covid-19.

Warga NTT yang akan kembali ke daerah asalnya tersebut tertahan karena kebijakan Pemda di NTT yang menutup pintu masuk melalui laut selama pandemic Covid-19.

“Mereka tak kuat bertahan hidup di rantau, sehingga memilih pulang kampung. Tapi Pemprov NTT kebijakannya menutup pintu masuk lewat laut. Di tingkat Dishub, sudah dilakukan komunikasi. Kamis kemarin, komunikasi berhasil. Sekarang komunikasi gagal lagi,” kata Bayu Windia, Sabtu lalu.

Bayu mengatakan, di Pelabuhan Lembar saat ini sekitar 30 warga NTT dengan tujuan sejumlah daerah di Pulau Sumba masih tertahan. Bekal yang mereka miliki semakin terbatas untuk bertahan hidup, sehingga solusi sementara dengan alasan kemanusiaan yaitu Dinas Sosial Provinsi NTB agar bisa membantu mereka dengan makanan di Pelabuhan Lembar.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM mengatakan, Gubernur NTB, Dr.H. Zulkieflimansyah sudah melakukan komunikasi dengan Gubernur NTT tentang persoalan ini.

 “Gubernur Zul sudah bersurat resmi ke Gubernur NTT Victor Laiskodat agar meninjau kembali kebijakan Pemda di wilayahnya,” jelas Najam.

“Persaudaraan dan rasa keindonesiaan kita pun diuji. Alhamdulillah koordinasi terus dilakukan, dan sejauh ini hasilnya sangat positif,” tambahnya

Najam menambahkan, Pemerintah Provinsi NTB terus berikhtiar memutus mata rantai penyebaran covid-19, namun tetap dengan langkah yang bijak sebagai bangsa yang besar.

“Kalau Pemrov Jateng  memperhatikan warga NTB yang tidak mudik di Semarang itu adalah contoh baik, betapa rasa keindonesiaan kita sangat terasa saat kita berada dalam musibah dan nasib yang sama. Dan itu adalah modal sosial yang tidak boleh hilang dan tergerus dari sisi kemanusiaan kita, NTB juga demikian,” tutupnya. (r3)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Paket JPS Gemilang Sudah Tersalurkan di Kota Mataram

Read Next

Bertambah, 11 Positif Korona Pernah Perjalanan ke Gowa

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *