PTT Puskesmas “Dilindungi” BPJS Ketenagakerjaan

F BPJS K

IST/RADARMANDALIKA.ID KOMPAK: Foto bersama pejabat Loteng usai kegiatan rapat KSO dan sosialisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan, kemarin.

PRAYA – Pegawai Tidak Tetap (PTT) di sejumlah Puskesmas Lombok Tengah (Loteng) berbondong-bondong daftarkan diri menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam rapat KSO dan sosialisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan, ini sebagai upaya dalam “melindungi” resiko kecelakaan kerja bagai PTT. Pasalnya, PTT sebagai ujung tombak dalam pelayanan kesehatan di tingkat bawah dengan resiko tinggi dan honor yang tak seberapa.

Kepala Cabang Kantor BPJS Ketenagakerjaan Lombok Tengah, Hadi Sucipto mengungkapkan pihaknya dalam rangka melaksanakan Peraturan Gubernur (Pergub) NTB nomor 51 tahun 2020 tentang kewajiban kepesertaan program jaminan sosial bagi pekerja sosial ketenagakerjaan bagi pekerja di sektor formal, informal, termasuk pegawai kontak dan honor dan Guru Tidak Tetap (GTT) di lingkup pemerintah daerah.

“Terutama perlindungan PTT honorer yang tersebar di 28 puskesmas, dimana 4 puskesmas telah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan yakni, Puskesmas Praya, Batunyala, Aik Mual, dan Bagu,” beber dia.

Dia menambahkan dimana program ini merupakan turunan dari perhatian pemerintah terhadap PTT, dimana sebagaingarda terdepan dalam melayani masyarakat berobat maka kemudian sangat diperlukan jaminan kesehatan dan kematian.

“Jaminan kecelakaan dan meninggal hanya diangsur 12.000 rupiah per bulan, dapat diklaim ketika kecelakaan kerja meninggal dunia hingga 42 juta dan beasiswa bagi hak waris, yakni 2 orang anak dibiyayai dari SD sampai pergurian tinggi, ” jelasnya.

Sementara, Plt. Sekda Lombok Tengah HL Idham Khalid mengatakan, kegiatan ini menyampaikan dimana pentingnya dalam kepesertaanya supaya mengimbau dan meneruskan dari Kepala Puskesmas dan diteruskan kepada staf dan keluarga supaya memahami program BPJS Ketenagakerjaan.

“Terlebih bagaimana dunia usaha dan mata pencaharian, apalagi dengan pengurangan jam kerja terlebih dengan perumahan membuat semakin  perlu, maka penting kemudian program ini untuk diteruskan ke masyarakat,” pinta Idham.(tim/adv)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Pemkab Lotim Bertindak, Pemprov ?

Read Next

Kadian: Laporan Asfian Murni Urusan Pribadi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *