PSBB Jakarta, Mataram Kena Dampak

F Hotel scaled

POTRET: Seorang pengendara roda dua melintas di depan Hotel Lombok Astoria Hotel di Jalan Jenderal Sudirman Kota Mataram.

MATARAM – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta berhasil mempengaruhi angka kunjungan wisatawan lokal di Kota Mataram. Pada gilirannya akan berimbas terhadap sektor pariwisata di ibu kota Provinsi NTB.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram, H Nizar Denny Cahyadi mengatakan, PSBB Jakarta pasti berdampak terhadap tingkat kunjungan wisatawan di Mataram. Terutama wisatawan lokal dari Jakarta. Tidak bisa lagi berkunjung ke Mataram selama PSBB diberlakukan.

“Pasti berpengaruh. Karena warga Jakarta yang juga ingin liburan ke Mataram jadi tersendat. Karena di sana harus ada tes yang ketat di Jakarta,” ungkap dia, kemarin.

Menurut Denny, keharusan untuk melakukan tes di masa pandemi Covid-19 memang membuat masyarakat enggan melakukan perjalanan ke luar daerah. Hal ini juga salah satu faktor yang akan mempengaruhi turunnya angka kunjungan wisatawan lokal di daerah. Termasuk kunjungan wisatawan di Kota Mataram.

PSBB cukup berpengaruh terhadap sektor pariwisata di Mataram. Sebab kata Denny, selama ini tingkat kunjungan wisatawan dari Jakarta cukup tinggi di Mataram. Tanpa menyebutkan angka pastinya.

“Kalau saya lihat kan mereka jenuh dengan kemacetan dan macam-macam lah di Jakarta,” cetus dia.

Kata Denny, tujuan utama mereka ke NTB untuk menikmati keindahan pantai. Meskipun wisata bahari bukan menjadi sasaran utama para wisatawan di Mataram. Karena memang wisata pantai di ibu kota Provinsi NTB terbilang cukup sedikit.

Tetapi kata Denny, fasilitas yang ada di Mataram membuat wisatawan betah. Ada banyak hotel berkelas, berbagai macam kuliner, dan fasilitas-fasilitas penunjang lainnya. Sehingga, mereka begitu mudah mencari kebutuhan di Mataram.

“Contoh wisatawan nginap di Senggigi. Tetapi mereka juga menikmati kuliner-kuliner yang ada di Mataram. Mereka menikmati pantai di daerah lain tetapi nginapnya di Mataram,” terang dia.

Menyinggung langkah Dispar Kota Mataram dalam proses pemulihan atau recovery pariwisata karena imbas pandemi? Denny belum memberikan kepastian. Pihaknya perlu melihat perkembangan situasi dan kondisi. Karena penyebaran wabah pandemi Covid-19 belum bisa dipastikan kapan akan berakhir.

“Memang di 2021 kita mau mulai berlari kencang. Tetapi, kita juga lihat situasi. Kalau situasi masih saja seperti ini, kita mau berlari kayak apa, juga ndak bisa,” ungkap dia.

Bahkan menurut dia, sekencang dan segencar apapaun pemerintah daerah dalam mempromosikan sektor pariwisata, tidak akan berdampak signifikan terhadap tingkat kunjungan wisatawan. Selama situasi dan kondisi di masa pandemi belum sepenuhnya mereda.

“Mau berpromosi kayak apapun, non sen (tidak ada),” kata pria yang juga pernah menjabat Sekretaris Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram itu.

Denny juga menanggapi perhelatan event MotoGP di Lombok Tengah. Yang rencananya bakal berlangsung pada tahun depan. Yang membuat kebanyakan orang merasa yakin akan berdampak terhadap sektor pariwisata daerah di NTB.

“Di MotoGP kita (Kota Mataram) juga hanya sebagai penunjang,” kata pria yang juga salah satu personel Band Amtenar itu.

Namun, dengan adanya event MotoGP di Pulau Lombok, Denny berharap nantinya bisa berdampak signifikan terhadap tingginya tingkat hunian atau okupansi hotel di Mataram. Alias semua hotel nantinya bisa terisi oleh wisatawan. “Nantinya semua hotel bisa mengakomodir penonton-penonton yang akan datang menikmati MotoGP,” cetus Denny.

Namun di satu sisi, dia menilai bahwa jumlah hotel di Mataram masih kurang untuk menunjang event MotoGP. “Tetapi kalau untuk sekadar wisatawan yang datang ke Mataram, itu sudah sangat mempuni,” tutup dia. (zak)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Mengejutkan, Bupati Lombok Timur Positif Korona

Read Next

Terbukti Tidak Netral Akan Dipecat

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *