Proyek Pamsimas di Desa Rambitan Diduga Janggal

WhatsApp Image 2020 05 05 at 10.05.02

IST/RADARMADALIKA.ID BUKTI: Bangunan proyek Pamsimas 2019 yang diduga tidak ada air.

PRAYA – Forum Pemuda di Dusun Letek 1 Desa Rambitan, Kecamatan Pujut menyoroti proyek penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) tahun 2019.

Pemuda setempat menduga, ada yang janggal dengan program tersebut. Perwakilan pemuda di Desa Rembitan, Junaidi kepada wartawan radarmandalika.id membeberkan dugaan kejanggalan proyek itu.

Katanya, proyek ini sumber anggaran dari APBD Rp 295 juta, dan Apbdes tambahan Rp 48 juta. Sementara lama pengerjaan 120 hari, tapi disebut Junaidi molor sampai enam bulan.

“Kalau diestimasikan manual anggaran tersebut tidak akan habis, dengan bukti fisik yang ada, ini jangan sampai ada korupsi berjamaah,” sebutnya.

Junaidi menambahkan, di Dusun Lentek 1 sudah dibuat pengeboran tiga kali, pada pengeboran pertama mengalami kegagalan, alasan debit air tidak mencukupi dengan kedalaman 66 meter. Selanjutanya pengeboran yang kedua dengan debit airnya 0,5 liter per detik dengan kedalaman 70 meter, dimana pada tahap ini menelan anggaran 45 juta. Berikutnya pengeboran ketiga sedalam 80 meter.

“Dan yang paling membuat masyarakat geram yakni adanya video yang menyatakan Pamsimas  sukses, dimana tempat merekam video pada air mengalir tersebut merupakan proyek kurang lebih 5 tahun silam,” ungkapnya.

Sebelumnya kata Junaidi, sempat ada etikad baik dari pemdes, dimana menyarankan komunikasi dengan baik karena ada kucuran dana berikutnya dan akan membuka jalur mata air mata baru, akan tetapi warga tidak ingin proyek pemerintah tumpang tindih dan dikatakan berhasil tapi kenyataan di lapangan nol besar.

“Jangan sampai ini merupakan praktek “menjual rakyat”, kami hanya meminta transparansi dan hasil kerja nyata tanpa adanya pembohongan publik,” tegasnya.

Sementara itu, Sekdes Rambitan, L Kedim Marzuki Yahya yang dikonfirmasi Radarmandalika.id menyampaikan, terkait proyek Pamsimas ini pihaknya mengaku telah selesai dan tidak ada permasalahan.

“Proyek ini sudah selesai, meskipun debit air tidak sesuai seperti yang diharapkan, masyarakat tidak ada yang komplin,” klaimnya singkat.(r2)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Gubernur Minta Libatkan Lebih Banyak UMKM

Read Next

Satu Pasien Positif Korona di Mataram Meninggal

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *