Potret Potensi Desa Wisata di Gumi Tastura

F Bok 1

BUYUNG/RADAR MANDALIKA POSE: Anggota Yayasan Desa Wisata Nusantara (Dewisnu) bersama Lurah Leneng dan Kades Lendang Are tengah berpose di salah satu objek wisata alam Desa Lendang Are, Kecamatan Kopang.

Enam Titik Dilirik, Yakin Bisa Salip Bali

Keberadaan desa wisata di Kabupaten Lombok Tengah kini menjamur. Potensi dimiliki begitu banyak. Sekarang tengah mendapat perhatian pemerintah. Seperti apa ?

BUYUNG-LOMBOK TENGAH

PADA Rabu sore (17/3) lalu pengurus Yayasan Desa Wisata Nusantara (Dewisnu) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) mengunjungi salah satu objek wisata dari lima desa dan satu kelurahan yang nantinya akan masuk list pengembangan desa wisata daerah.
Ketua Yayasan Dewisnu Loteng, Aziz Junaidi mengatakan, saat ini pihaknya akan fokus terlebih dulu pada potensi yang ada di enam titik wilayah yang nantinya akan mendapat pembinaan darinya.
“Kita sudah siapkan enam titik wilayah untuk dikembangkan potensi alam dan SDM nya. Adapun lima desa dan satu keluarahan tersebut adalah Kelurahan Leneng Kecamatan Praya, Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, Desa Lendang Are, Aik Bual Kecamatan Kopang, Desa Jango, Kecamatan Janapria, dan Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara,” ungkap dia.
Ia melanjutan, keenam desa tersebut dinilai sangat potensial untuk menjadi pilot proyek Desa Wisata Nusantara yang nantinya akan menunjang pengembangan KEK Mandalika. Diketahui, Desa Lendang Ara dengan destinasi wisata alam embung Tandung-Andung yang memiliki panorama alam yang eksotis. Bahkan, wisata ini menyimpan cerita rakyat. Kemudian, Desa Bonder dengan Destinasi Bukit Balibe menawarkan hamparan bukit bebatuan yang sangat eksotis sebagai tempat selfi.
Sementara di Desa Karang Sidemen terdapat objek wisata Danau Biru. Danau tersebut dikelilingi pepohonan yang rindang di atas perbukitan dengan suasana hutan yang bebas polusi. Adapun Desa Jango dengan objek wisata Bukit Jabal Rahmah sebagai taman wisata religi dan edukasi. Dengan adanya miniatur Ka’bah dijadikan tempat manasik haji atau peragaan menunaikan ibadah haji. Kemudian, Desa Aik Bual, dengan objek wisata Embung Bual. Di sana ada Camping ground, ada air terjun nyeredep, dan kawasan hutan lindung. Dan terakhir satu satunya kelurahan yang eksis menggenjot wisata kota yakni Kelurahan Leneng yang terdapat Agrowisata. Dikemas dalam konsep pemanfaatan lahan pertanian warga sekitar yang ditanami berbagai macam tumbuhan.
Dirinya menyebut, program yang akan dilakukan pihaknya kepada enam potensi wisata nantinya antara lain, melakukan kajian atau research pengembangan desa wisata, peningkatan kapasitas SDM lewat Desa Wisata Academy, membantu membuat paket desa wisata yang berkualitas dan sale ables, meakukan oromosi produk desa wisata baik lewat Festival Desa Wisata Nusantara dan promosi luar negeri. Pihaknya juga telah melakukan kerjasama dengan KBRI Luar negeri untuk memfasilitasi internship atau magang para anak muda di desa dalam membuat desa wisata di desa wisata kedepannya. Selain itu, pihaknya akan melakukan pendampingan bagi desa yang akan kembangkan desa wisata, dan menjadikan wisata yang ada bermitra dengan Kemendes, Kemenpar, perguruan tinggi dan Kemenlu serta pihak-pihak yang berkepentingan lain.
“Saat ini semua kepala wilayah setempat sangat antusias untuk bekerjasama dengan kami, demi kemajuan sektor pariwisata dan bangkitnya potensi wisata di setiap desa,” ujarnya.
Dirinya menybut, dengan mulai mengajak beberapa desa untuk bermitra, nantinya wilayah yang terpilih ini akan dijadikan sebagai penyangga hadirnya sirkuit MotoGP Mandalika nanti.
“Setiap desa saat ini harus berperan sebagai penyangga . Siap tidak siap semua desa musti di siapkan, karena tren wisata saat ini orang kota sudah terbiasa berwisata ke desa,” tuturnya.
Dirinya menyebut, Lombok Tengah nantinya harus bisa melebihi Bali yang saat ini sudah diakui mempunyai kemampuan dalam pengembangan wisata daerah. “Desa wisata di Bali sudah mampu menyulap wisata menjadi income untuk pendapat wilayah. Harapannya, pemdes juga bisa meningkatkan PADes dan mensejahterakan masyarakat melalui wisata,” tutupnya.(*)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Lapangan Umum, Termasuk Kantor Desa Penujak Terancam Dikuasai Warga

Read Next

Stadion Standar FIFA Bakal Dibangun di Lombok Tengah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *