Polisi Bongkar Gudang Tepung Oplosan di Kota Mataram

F Gudang

POLRESTA MATARAM FOR RADAR MANDALIKA GEREBEK: Para pekerja tepung terigu di salah satu gudang Mataram saat digrebek anggota Polres Mataram, Senin lalu.

MATARAM — Anggota Mapolresta Mataram berhasil membongkar keberadaan gudang tepung terigu oplosan di Mataram. Tepatnya di komplek pertokoan Jalan Gora Kelurahan Selagalas. Penggerebekan dilakukan unit Tipidter Satreskrim Polresta Mataram.

Gudang tersebut digerebek karena diduga digunakan sebagai markas praktek pengemasan ulang atau oplosan bahan makanan berupa tepung terigu tanpa disertai izin standar kesehatan.  Di gudang ini, petugas mendapatkan 6 ton bahan tepung terigu yang sudah dikemas ke dalam bungkusan plastik. Tepung terigu yang masih dalam kemasan asli ini juga didapatkan petugas.

Dari penggerebekan itu, petugas langsung memproses dan memeriksa pemilik UD (bos, Red) berinisial TB di Mapolresta Mataram. Untuk kepentingan penyelidikan. Petugas membentangkan garis polisi atau police line di tempat produksi gudang tersebut.

Penggerebekan dilakukan berdasarkan informasi yang didapatkan dari sejumlah pasar tradisional di Kota Mataram. Bahwa banyak bahan tepung yang dikemas dengan menggunakan plastik dan dijual bebas. Tapi tidak disertai dengan izin resmi dari dinas kesehatan.

 Informasi ini diselidiki petugas. Hasilnya petugas mendapatkan beberapa sumber yang diduga memproduksi dengan cara membuka kemasan akhir pangan . Selanjutnya dikemas kembali untuk diperdagangkan.

“Penggerebekan kita lakukan Senin (11/5) sekitar pukul 13.30 wita. Ada gudang yang diduga mengemas ulang bahan makan tanpa disertai izin standar,’’ ungkap Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa, kemarin di Mataram.

Saat tiba di lokasi. Pemilik ditemukan sedang mengawasi produksi yang diduga mengemas kembali dengan cara illegal. Selanjutnya petugas melaksanakan pemeriksaan administrasi. Sesuai merek yang digunakan. Produk yang ditemukan petugas tidak mengantongi izin standar kesehatan.

“Produk yang kita temukan tidak mempunyai izin edar. Ini diperkuat dari hasil koordinasi dengan pihak terkait. Bahwa nomor register yang tertulis di produk. Tidak teregister di BPOM.  Tapi kami akan koordinasi lebih lanjut lagi dengan BPOM,’’ bebernya.

Sedangkan kapasitas produksi gudang tersebut terbilang besar. Karena seharinya bisa mencapai 2 ton. “Memang cukup besar,” katanya.

Sementara, hasil introgasi singkat dilakukan petugas. Pemilik mengakui tidak memiliki merk untuk memproduksi atau mengemas produk tersebut. Tapi pemilik tetap nekat untuk diperdangkan lagi di pasaran.

Sekarang penyelidikan dipastikan tetap berjalan. Kepolisian memastikan tengah mendalami kasus tersebut. Dari perbuatannya itu, pelaku terancam dijerat pasal 139 Undang-undang nomor 18 tahun 2012 tentang pangan dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar. (jho/r3)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Berkah Ramadan, Dua Mualaf Cantik di Lotim Masuk Islam

Read Next

14 Mei, Positif Enam, Sembuh 33 Orang

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *