Pesona GMS Mulai Meredup

F PDAAM scaled

WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA BUTUH PJU: Giri Menang Square (GMS) yang berada di Gerung Lobar, kemarin.

Jarinkobar: PJU Banyak Mati, Minim Penataan

LOBAR—Kondisi Penerangan Jalan Umum (PJU) kembali menjadi sorotan. Terutama dari jalur bypass BIL 1 di Kuripan menuju monumen Giri Menang Square (GMS). Pasalnya sepanjang jalan itu sebagian lampu PJU-nya padam dan redup. Bahkan GMS yang dulunya menjadi ikon Lobar, kini terlihat tak menarik.

Ketua Jaringan Informasi Komunikasi Lobar (Jarinkobar), Munawir menilai, pemerintah daerah minim memberikan perhatian terhadap kondisi fasilitas yang telah dibangun. Contohnya kawasan GMS yang tidak rampung penataannya.

“Kenapa sekarang GMS ini tenggelam dengan persaingan bundaran Jempong Mataram. Seharusnya ini menjadi titik poin Pemda bersaing melakukan pembangunan dengan daerah lain. Tapi ini malah dibiarkan hidup segan mati tak mau,” kritiknya pekan kemarin.

Pembina Jarinkobar, Muhazzam menambahkan, berbagai fasilitas seharusnya dijaga dan dirawat. Namun nyatanya justru terbengkalai. “Contoh bundaran GMS,” ucapnya.

Ke depan Jarinkobar akan terus mengawal dan mengkritisi berbagai kebijakan Pemkab yang belum sesuai harapan masyarakat. Ia pun membandingkan pembangunan di Lobar dengan Loteng. “Karena itu kami akan menjadi mitra kritis dan memberi solusi,” ujarnya.

Menanggapi kritikan itu, Kabid Tata Kota dan Pertamanan pada Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Lobar, Nyoman Sugiarta mengakui kondisi lampu jalan di jalur bypass BIL 1 padam diduga karena unsur kesengajaan. Ia menduga ada jaringan kabel yang sengaja diputus.

“Beberapa kali kami perbaiki tapi mati kembali. Ada unsur kesengajaan kalau kami lihat. (Sengaja) diputus, kemungkinan orang terganggu yang jalan malam,” ungkapnya.

Menurutnya, ada saja jaringan PJU yang gangguan atau konslet. Namun selama masih bisa diatasi dengan bahan yang ada maka akan segera diperbaiki. Hanya saja diakui, suplay untuk bahan pada APBD perubahan sudah tidak ada. Sehingga bisa dilakukan perbaikan dengan berbagai trik. Apalagi kondisi lampu PJU yang berusia di atas lima tahun selalu mengalami gangguan.

Begitupula di jalur BIL II, beberapa PJU mati karena konslet. Pihaknya menemukan ada dugaan unsur kesengajaan menebas kabel listrik. “Tapi sudah kami perbaiki,” akunya.

Terkait kondisi kawasan GMS, ia mengatakan penataannya terkendala anggaran. Sebagai bawahan, ia hanya menunggu kebijakan anggaran dari pimpinan. Apalagi dia sendiri baru dua bulan menjabat di bidang pertamanan.(win)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Jabat Kakanmenag, Tugas Berat Menanti Zamroni

Read Next

Pokdarwis Diminta Terus Berkontribusi untuk Kemajuan Desa Wisata di NTB

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *