LOBAR — Momen kebersamaan jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) saat melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Jakarta, Rabu (2/9), sempat menarik perhatian publik. Pasalnya, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Lobar H. Saeful Ahkam dan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lobar Dr. Syamsuriansyah terlihat hadir mendampingi rombongan Wakil Bupati dalam kesempatan tersebut.
Namun, keberadaan jajaran pejabat daerah dan perwakilan legislatif di area kementerian itu dipastikan murni sebagai bentuk dukungan terhadap upaya Pemda untuk memperjuangkan kelanjutan rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungsari dan sejumlah puskesmas di Lobar.
Momen yang kian unik selepas kunjungan di Kemenkes itu, Plh Sekda dan Wakil Ketua Komisi IV DPRD terpotret duduk santai di luar area gedung kementerian sambil menikmati kopi pinggir jalan. Kesederhanaan dan keakraban dua orang itu bahkan diabadikan melalui foto dan diunggah bersamaan di status story WA masing-masing. Hal ini menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat, di tengah situasi dinamika perpolitikan di Lobar terkait kursi calon Wabup pendamping Ummi Nurul.
Menanggapi berbagai spekulasi yang muncul terkait foto kebersamaan tersebut, Plh Sekda sekaligus Asisten I Setda Lobar, H. Saeful Ahkam, meluruskan persepsi publik. Menurutnya, pertemuan itu hanya suatu kebetulan dan tidak sengaja. Pertemuan singkat tersebut terjadi di area terbuka, tepatnya di luar gerbang kompleks Kementerian Kesehatan, ketika beberapa pihak kebetulan berada di kawasan yang sama untuk urusan yang saling mendukung program daerah.
“Tidak ada pembahasan, jadi hanya ketemu. Beliau dalam upaya yang sama mendukung Pemda, kemudian ingin sedikit ngopi dan santai menyusul saya di luar area parkir dan itu lokasinya di luar Kantor Kementerian Kesehatan. Di luar gerbang itu,” ujar Ahkam saat dikonfirmasi media, Rabu (2/9).
Kunjungan ke Kementerian Kesehatan merupakan bagian dari langkah strategis Pemerintah Kabupaten Lobar dalam memperjuangkan peningkatan fasilitas dan layanan kesehatan masyarakat di daerah. Kehadiran jajaran Pemda dan perwakilan DPRD di Jakarta menunjukkan komitmen bersama dalam mengawal berbagai usulan program kesehatan daerah. Meski demikian, interaksi di luar agenda formal di area parkir gedung kementerian tersebut dipastikan hanya bagian dari rehat sejenak dan tidak memuat pembahasan strategis tertentu.
“Tidak ada schedule, ketemu saja. Saya tidak tahu kenapa beliau juga muncul di sini. Bisa jadi ada kaitannya beliau orang perguruan tinggi, kita tidak tahu,” lanjutnya.
Ahkam menerangkan dirinya selain mendampingi Wabup, juga memiliki agenda berkonsultasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI terkait kelanjutan pelaksanaan seleksi terbuka pimpinan tinggi BAZNAS Lobar yang sempat ditunda Pemkab Lobar.
Ahkam mengharapkan foto atau dokumentasi yang beredar tidak ditanggapi secara berlebihan maupun dikembangkan. Dokumentasi kegiatan luar dinas seperti itu dinilai wajar terjadi di tengah padatnya agenda kunjungan kerja pejabat daerah di ibu kota.
“Cuma ngopi-ngopi saja di area parkir, masa tidak boleh. Mungkin karena bagus fotonya diunggah oleh beliau. Jangan dikembangkan,” pungkasnya. (Win)

