Perjalanan Ramsah, Sekdis PMP2TSP KLU

F Bok 1

IST/RADAR MANDALIKA SIAP BERTANI: Sekdis PMP2TSP KLU, Ramsah saat berada di kebun pertaniannya.

Lahir Dari Keluarga Ekonomi Lemah, Siapkan Kebun Pertanian



Menjadi abdi Negara atau ASN tentu buka pekerjaan yang  mudah. Lebih-lebih ketika dipercaya untuk menduduki jabatan penting menjadi sekretaris dinas yang memiliki tufoksi besar dalam mengatur jalannya proses pemerintahan. Sama halnya dengan Ramsah,  Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMP2TSP) Lombok Utara.



AHMAD ROHADI-LOMBOK UTARA



SEKRETARIS Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMP2TSP) Lombok Utara, Ramsah  kini masuk sebagai salah satu ASN yang akan pensiun 31 Desember 2020. Ini juga dikuatkan dengan telah terbitnya SK.

Ramsah lahir tahun 1962, ia anak dari  Sardin (Alm) merupakan keluarga yang lahir dari ekonomi lemah,  orang tua Ramsah berprofesi sebagai nelayan, namun dengan tekad dan semangat yang dimiliki, Ramsah bertekad merubah nasib hidup keluarga, sejuta harapan dari cita-citanya pun terwujud untuk menjadi seorang PNS atau ASN.
 
Ramsah yang kini menyandang pendidikan terkahir S1 Administrasi pemerintahan itu, memiliki istri bernama Mahmudah PNS di Dikpora Lombok Utara, dan tiga anak, yakni dua perempuan dan satu laki- laki yang ketiganya telah menyandang status sarjana dengan program studi yang beragam.

dia resmi menyandang status ASN Maret 1981 dengan menggunakan ijazah SMP yang kala itu ia sekolah di SMPN 1 Gondang. Menyandang status ASN Ramsah pertama kali bertugas menjadi tenaga staf provinsi di Dinas Peternakan selama 13 tahun, selanjutnya  pindah ke Lombok Barat dan ditempatkan di wilayah bagian Utara di Kantor Camat Gangga tahun 1994, kala itu sebagai staf bagian administrasi, diperjalanannya pada tahun 1998 kembali dimutasi ke kantor Camat Kayangan dengan golongan II b ditunjuk sebagai Plt Kasi PMD sampai dengan tahun 2008.

Dari tahun 2008, dia dipindah tugaskan ke Kantor DPPKAD selaku bendahara penerima PAD, hingga tahun 2010. Dari tahun 2010 hingga 2016 menjalani tugas baru di BPP2KBPemdes selaku Kasi tekhnologi tepat guna, setelah itu kembali mutasi ke Bapenda sebagai Kabid PBB sampai tahun 2019, berjalan lagi dengan tugas baru sebagai Kabid pendapatan, namun pada 2020 berpindah tugas lagi menjadi Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Satu Pintu (PMP2TSP) hingga sampai sekarang dan kini menginjak usia pensiunnya.

“Jejak karier saya sebagai ASN sudah terasa cukup lama, tentu banyak pengalaman yang saya rasakan selama menjadi abdi negara, mengemban amanah ASN bagi saya bukan persoalan mudah, diprofesi ini kita diajarkan bagaimana kita memiliki komitmen dalam menjaga Marwah profesi dengan menjalankan tugas sebaik-baiknya,” ujar dia pada Radar Mandalika.



Prinsipnya, kedisiplinan dalam menjalankan tugas jabatan menjadi senjata utama untuk mendukung jalannya pemerintahan yang baik, sehingga dalam beberapa kali pindah tugas prinsip itu tertanam dalam diri Ramsah.

Salah satu contoh tugas penting saat menjadi Kabid PBB dan BPHTB Bapenda Lombok Utara, Ramsah menyebut untuk optimalisasi penerimaan PBB pihaknya melaksanakan sosialisasi di awal tahun, penerbitan dan pendistribusian SPPT juga diawal tahun serta jatuh tempo pembayaran PBB yang biasanya tanggal 31 Desember dimajukan menjadi tanggal 31 Oktober, semua itu dilakukan kata Ramsah sebagai tujuan  untuk mendapatkan hasil capaian yang baik dalam target kerja yang dituntut.

“Membangun kebersamaan dan sinergi dengan tim, dan membangun kebersamaan dengan masyarakat, menjadi hal penting ketika menjabat distruktural karena jabatan saya menuntut untuk sering bersentuhan dengan persoalan masyarakat, ” sebut dia.

Dia kala menjabat Kabid PBB, pernah mendesak untuk terbitnya keputusan Bupati tentang standar harga tanah di wilayah KLU, sehingga dengan itu kebocoran PAD bisa diminimalisir.

Menurut Ramsah, jika mengacu ke Perda penentuan BPHTB itu mengacu harga pasar dan NJOP. Jika bicara NJOP jelas rendah sekali  karena pada waktu  itu belum pernah dilakukan pembaharuan data PBB.

“Saat menjabat kabid pendapatan saya bersama jajaran juga  berupaya untuk menyelesaikan piutang pajak dengan meminta pendampingan dengan KPK,” bebernya

Dia pun tidak cukup satu persatu dalam membeberkan upaya-upaya yang dilakukan, namun baginya dalam mengemban pekerjaan sebagai ASN tentu tidak semudah apa yang terbayangkan diluar, lebih-lebih ketika menjabat distruktural yang sering berkaitan dengan persoalan masyarakat.

Sementara itu, pada posisi terakhir jabatannya selaku Sekretaris Disnaker PMP2TSP Lombok Utara beberapa pekerjaan rumah yang berusaha diselsaikan, salah satunya menyangkut penguatan disiplin para staf, menyangkut hak-hak staf dan persoalan keuangan OPD yang telah diatur sebaik mungkin sehingga sampai saat ini klaimnya tidak pernah ada persoalan berarti di instansi tersebut.

“Sesuai dengan tufoksi, saya juga telah melakukan upaya-upaya penataan administrasi yang tentu semua tidak lepas juga dari peran serta dan sinergi antar staf dan jajaran yang ada,” jelasnya.

Dia berpikir dengan masa  pensiun yang telah ditempuh, tentu bukan berarti berhenti dalam berkarya dan berbuat yang terbaik, ia sudah berpikir untuk mengisi masa tua dengan hal-hal bermanfaat, salah satunya dirinya sudah memulai mengembangkan usaha pertanian berupa vanili yang mulai dilakoni.(*)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Debat Pamungkas “Sakiti” Penyandang Disabilitas

Read Next

Ekspor Benur Dihentikan, Nelayan Sekotong Merugi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *