Perjalanan Dakwah UAS di Gumi Patut Patuh Patju

F BOKK UAS

SILATURAHMI: Ustad Abdul Somad saat melakukan silahturahmi dengan ulama sepulau Lombok di Praya, Jumat (9/10) lalu.

Terpesona Keindahan Gili Gede, Sempat Snorkling dan Lepas Tukik

Ustad Abdul Somad (UAS) berkunjung dan berdakwah di Lombok Barat. Apa saja kegiatan ustad kondang ini di Gumi Patut Patuh Patju? Berikut ulasannya.

WINDY DHARMA-LOMBOK BARAT

SUASANA berbeda terlihat di Gili Gede Kecamatan Sekotong Jumat (9/10) lalu. Warga yang mendiami pulau itu begitu ramai dan riang gembira. Melihat ke arah perahu yang baru saja bersandar di pesisir pantai. Turunlah rombongan dari Islam United. Seorang warga lantas menghampiri salah seorang rombongan, dan mengalungkan sorban kepada sang tamu istimewa. Yakni Ustad Abdul Somad (UAS).

Kedatangan ustad yang selalu murah senyum itu ke Nusa Tenggara Barat untuk melakukan dakwah. UAS diagendakan melakukan ceramah pada Sabtu (10/10) di Senggigi, Kecamatan Batulayar. Sebelumnya, UAS menginap dan menikmati keindahan Gili Gede Sekotong yang menjadi salah satu destinasi wisata di Lombok. Kekaguman UAS tersirat saat melihat langsung pulau itu. “Subhanallah, pulau yang sangat cantik dan indah. Sebagai bentuk kesyukuran, kita semua harus menjaga dan merawat alam ini,” ucap UAS.

Di Gili Gede, UAS sempat melakukan snorkling serta pelepasan tukik. UAS mengaku telah lama bercita-cita berkunjung ke Pulau Lombok. Tetapi baru dapat terpenuhi menjelang akhir tahun 2020 ini. Ia juga berharap suatu saat nanti akan kembali ke Pulau Lombok.

“Doakan semoga panjang umur, saya pengin balik lagi ke Pulau Lombok,” ungkapnya.

Kehadiran ulama yang terkenal dengan isi ceramahnya yang menghibur dan mencerahkan tersebut sangat dinantikan masyarakat Pulau Lombok. Kehadiran UAS beserta rombongannya ini dalam rangka menghadiri Pertemuan Majelis Ulama Show di Lombok.

Setelah beristirahat sejenak, pada pukul 15.09 Wita, Abdul Somad beserta rombongan menuju ke Ilira Lite Hotel Lombok tengah. Di tempat ini, ia bersilaturrahmi dengan ratusan tokoh agama maupun tokoh masyarakat di Pulau Lombok. Silaturahmi selama sekitar dua jam itu diisi dengan diskusi untuk menerima saran dan masukan tentang bagaimana dakwah ke depan. Usai salat magrib, UAS ditemani Tuan Guru Taisir, serta Tim Muslim United bertolak menuju Sekotong dan menginap di Thamarin Resort Desa Gili Gede Indah Kecamatan Sekotong.

UAS pun mempromosikan keindahan gugusan pulau di Sekotong. Ia bahkan menilai jika mau melihat bagaimana keindahan Indonesia harus datang ke Lombok. “Kalau sampai ke Lombok jangan lupa singgah dan mampir ke Sekotong-Lobar dan menyeberang ke Gili Gede, jangan lupa ke Thamarin,” ajaknya.

Ia bersyukur di pulau itu bertemu dengan sahabatnya Abu Bakar, salah satu anggota DPRD Lobar. Selama berada di Tamarin Resort Desa Gili Gede Indah, UAS tak henti-hentinya menerima ajakan berfoto dan bersalaman dari para jamaahnya. Seakan tak ada jarak, ia melayani siapapun yang mengajaknya bersalaman maupun berfoto selfie. Bahkan banyak para penggemarnya yang datang jauh hanya untuk sekedar meminta doa. “Alhamdulillah, akhirnya saya dapat bertemu langsung dengan Tuan Guru Abdul Somad,” kata salah seorang Warga Desa Gili Gede, Indah.

Sementara itu Panitia pelaksana, Ustad Ari Suhaimi mengatakan, saat silaturahmi dengan para ulama Jumat lalu banyak diisi diskusi untuk menerima saran dan masukan tentang bagaimana media dakwah ke depan. Setelah itu ditutup ramah-tamah dan makan malam. Agenda di Killa Senggigi dimulai dari pagi sampai malam dengan beberapa acara.

Sedangkan untuk UAS sendiri mengisi acara pada malam hari sekitar pukul 19.00 Wita. Saat ceramah dihadiri beberapa pejabat seperti Bupati Lobar, Kapolres, Kajati, dan beberapa direkrut perusahaan BUMD. Dakwah yang dibawakan UAS kali ini mengambil judul “Ngangenin”. UAS sebenarnya berharap ceramah dilaksanakan secara terbuka di lapangan atau GOR. Namun kondisi pendemi seperti ini, sehingga pihak kepolisian tidak mengizinkan.

“Memang harus terbatas. Makanya kapasitas di ballroom Killa itu sekitar 1000 orang, bisa terpakai setengahnya sekitar 400 orang. Menggunakan protokol kesehatan, jaga jarak, kursi diatur jaraknya, antrean disesuaikan tidak berdesakan dan peserta wajib pakai masker,” ujar dia. (*)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Belasan Rumah Rusak di Lobar, Dua Warga Luka-Luka

Read Next

PMII Demo, Dewan Loteng Dukung Tolak UU Omnibus Law

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *