Perbaikan Jalan jadi Tuntutan Warga di Reses

f rifai

BUYUNG/RADAR MANDALIKA Ahmad Rifai

PRAYA –  50 anggota DPRD Lombok Tengah tengah melaksanakan kegiatan reses. Anggota dewan Dapil Kopang-Janapria, Ahmad Rifai mengatakan, untuk reses dilakukan enam hari.

Fai menegaskan, semua permintaan masyarakat dalam agenda reses akan dirembuk dan nantinya dia sebagai wakil rakyat dari Dapil setempat akan memperjuangkan aspirasi masyarakat tersebut. “Dulunya hasil reses kita harus paripurnakan, namun dengan aturan yang sekarang tidak lagi. Memang substansinya sama-sama mengusulkan, namun perbedaan aturan saat ini hanya terletak dimekanisme penyampaian saja,” ungkapnya pada Radar Mandalika.

Sepengalaman dia, khusus di Kecamatan Janapria harapan besar masyarakat masih terfokus pada pembangunan infrastruktur jalan. Saat ini ia melihat masih banyak jalan kabupaten yang belum di hotmix.

“Contohnya di jalan Juring ke Janapria, dan akses ke Desa Langko juga masih perlu menjadi prioritas di tahun 2021,” katanya.

Maka dari itu, dia sebagai wakil rakyat Dapil Kopang-Janapria, berharap kepada pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, untuk dapat menganggarkan perbaikan jalan kabupaten yang belum diperbaiki sampai dengan tahun ini.

Selain jalan kabupaten, politisi PKS ini juga melihat jalan usaha tani saat ini perlu menjadi perhatian pemerintah daerah. Pasalnya, akses sawah petani menuju jalan umum terpantau cukup jauh, sehingga menyebabkan cos pengeluaran biaya transport hasil panen mereka bertambah.

“Contohnya, saat panen gabah para petani harus mengangkut gabah mereka sampai sejauh 500 meter. Jadi keuntungan para petani di masa panen akibat belum adanya jalan usaha tani,” katanya lagi.

Dia berharap, pembangunan jalan tani nantinya semoga dapat lebih diperhatikan oleh pemerintah daerah, karena ini menjadi kebutuhan masyarakat dari segi peningkatan efektifitas kerja dan peningkatan ekonomi para petani.

Dirinya juga menambahkan terkait pembangunan embung rakyat juga musti menjadi program prioritas pembangunan kedepannya. Pasalnya, dibagian Desa Kerembong, Loang Make, Sabe, Pendem kalau musim kemarau sangat membutuhkan fasilitas embung untuk membantu mengairi tanaman tembakau petani di sana.

“Jadi untuk menanam tembakau, para petani tentu membutuhkan ketersediaan air, karena jika air tidak tersedia maka akan berpengaruh pada kuailtas tanaman khususnya tanaman tembakau dan hal tersebut tentu berpengaruh juga pada harga jual tembakau nantinya,” pungkasnya.(buy)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

BKPP Dinilai Kurang Paham Aturan

Read Next

Tiga Paslon Terbukti Labrak Prokes Covid-19

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *