Pengadaan 2 Juta Masker Mulai Diaudit BPKP

F Bagi Masker

DOK POL PP LOTENG FOR RADAR MANDALIKA BAGI MASKER: Anggota Satpol PP Lombok Tengah saat membagikan masker kepada warga di Kota Praya, belum lama ini.

PRAYA-Proyek pengadaan 2 juta masker non medis oleh Pemkab Lombok Tengah mulai diaudit badan pengawas keuangan dan pembangunan (BPKP) perwakilan NTB. Menurut informasi, audit mulai dilakukan sejak Selasa kemarin sampai sekarang.

Kasi Intel Kejari Lombok Tengah, Catur Hidayat didampingi Kasi Datun, Deni Niswansyah membenarkan jika pengadaan 2 juta masker tengah diaudit BPKP.

“Masih diaudit, informasi yang kami terima Selasa mulai dilakukan audit,” ungkapnya kepada Radar Mandalika, Kamis siang kemarin.

Selain membeberkan soal audit, Kasi Intel juga mengungkapkan jika pada tahap awal pengadaan masker ini, Kejari belum melakukan pendampingan melalui mou. Pendampingan dilakukan saat tahap kedua. Namun diakuinya, selama itu intens  Pemkab melalui Dinas Koperasi dan UKM koordinasi dengan jaksa.

“Tahap pertama penyaluran sekitar 60 ribu pcs masker kami belum jadi pendamping. Tahap kedua baru kami masuk setelah ada mou,” katanya.

Dia juga menyebutkan, saat pengadaan masker oleh perusahaan PT. Bhaskara Arthamulia Perkasa (BAP) dengan anggaran Rp 11 miliar tersebut. Pihaknya menerima informasi ada juga ribuan masker dikembalikan karena menurut informasi tidak sesuai standard yang ada.

“Tapi informasi sekarang sudah didistribusikan 2 juta masker,” ujarnya.

Sementara, jika pada hasil audit oleh BPKP ditemukan kerugian negara, maka jaksa akan ambil sikap.  Termasuk meminta pihak penyedia melakukan pengembalian uang.

“Kita tunggu saja hasil audit, kalau mau jelas bisa konfirmasi pihak BPKP yang punya ranah,” saran pria yang disapa Yabo itu.

Selain itu, Yabo juga menceritakan awal koordinasi dengan Pemkab dimulai. Awalnya, gambaran awal anggaran untuk pengadaan masker Rp 12 miliar. Namun di tengah jalan berubah menjadi 11 miliar. Sebab, disampaikan pihak pemkab jika pihak penyedia barang memperoleh keuntungan 10 persen. Di sana, jaksa menganggap terlalu besar dan tidak wajar.

“Dalam pendampingan pengadaan masker ini juga, ada pihak APIP, Dikes, Polres bahkan Inspektorat ikut. Saat kami periksa barang di Pendopo bupati kami betul-betul periksa da nada dokumentasi,” ceritanya sembari menunjukkan bukti.

Lanjut Yabo, setelah itu tim jaksa jga turun ke sejumlah desa untuk melakukan pengecekan barang. Betul tidak barang sampai ke masyarakat.

Dalam pengadaan barang ini, jaksa mengakui tidak menyentuh spek barang termasuk harga. Hanya mengawal dan memastikan barang ada, dan memang benar ada kegiatan untuk pengadaan 2 juta masker. Untuk itu urusan spek dan harga masker akan bisa diketahui hasil ketika hasil audit sudah keluar. “Kami bekerja berdasarkan aturan,” sambung Kasi Datun.   

Kasi Datun menambahkan, dalam pengadaan masker ini tidak langsung ada uang dibayar. Polanya berbeda, menunggu keluar rekomendasi dari Inspektorat baru bisa dilakukan proses pengajuan pembayaran kepada pihak penyedia barang.

“Sekali lagi berdasarkan aturan dalam keadaan darurat tidak perlu harus menggunakan HPS. Pemkab tinggal menunjukka penyedia barang, selanjutnya penyedia barang menawarkan harga. Soal harga ini tanggung jawab penyedia barang kalau ada apa-apa. Harga masker 5.500 per masker.

“Kalau ada apa-apa, penyedia barang wajib mengembalikan kerugian. Dan kami tidak sentuh harga dan spek. Yang kami tahu prosedur, ada ngak perencanaan dan jumlah barang sampai diterima masyarakat,” jelas dia.

Dalam pengadaan masker ini, sesuai aturan dari kementerian agar melibatkan UMKM local. Katanya, tujan agar ekonomi nasional tidak hancur.

Sementara, sayangnya tidak ada pihak yang bisa memberikan data kuota masing desa, kelurahan bahkan kecamatan untuk masker 2 juta ini. Termasuk berapa jumlah UMKM dilibatkan. Demikian juga pihak Kejari Lombok Tengah dan dinas terkait.(tim)

1 Review

?s=96&d=mm&r=g
sukiyaki
1

dirumah main game dapat penghasilan

masih pandemi covid19, bersantai-santai di rumah saja. Tapi mana penghasilannya?? Klao mau tetap dapat penghasilan walaupun dirumah saja, ini solusi paling tepat. bergabung di dupa88 , langsung ambil hp dan googling yach....

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Bakohumas se-NTB Sinkronkan Strategi Pencegahan Covid-19 dan Pengawasan JPS

Read Next

Parah, RS Penuh, NTB Kekurangan Tenaga Kesehatan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *