Pemkab Segera Bertemu APH Senggigi

  • Bagikan
F LALE STRIPTIS
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA GROUP Hj Lale Prayatni

LOBAR–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat (Lobar) akan segera bertemu dengan Asosiasi Pengusaha Hiburan (APH) Senggigi. Pertemuan itu untuk mengklarifikasi langsung dugaan adanya penyediaan jasa striptis yang mencorong nama pariwisata Senggigi. Menyusul pengungkapan kasus yang dilakukan pihak Polda NTB beberapa waktu lalu.

“Sabtu tanggal 22 Februari kita akan memanggil semua pemilik hiburan, akan bertemu dengan Pak Bupati,” ungkap Asisten II Setda Lobar, Hj Lale Prayatni yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, kemarin.

Pihaknya membantah jika dianggap diam dengan adanya persoalan itu. Namun pihaknya tidak ingin gegabah. Serta malihat dahulu dibalik permasalahan itu. Apakah murni kasus kejadian itu dilakukan oknum. Atau justru ada sesuatu yang menunggangi permasalahan itu.

“Kita perlu mendegar langsung klarifikasi dari hiburan. Sambil kita menunggu juga hasil dari pengusutan Polda NTB,” jelasnya.

Diakuinya, sejauh dari informasi yang diperoleh bahwa kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lobar sudah dipanggil Polda NTB untuk dimintai keterangan. Termasuk juga GM Metzo yang juga sudah dimintai keterangan.

“Bukannya kita diam, kita selaku pemerintah tidak bisa gerasak gerusuk,” ucapnya.

Menurutnya pihaknya juga akan segera membuat Tim Investigasi atas kasus itu. Sesuai instruksi dari Bupati Lobar. Itu juga akan disampaikan kepada pihak APH saat pertemuan di Senggigi Sabtu mendatang.

“Tadi saya sudah meminta untuk membuat surat undangan (untuk APH),” sambungnya.

Tidak bisa dipungkiri pariwisata sangat rawan terhadap peristiwa seperti itu. Bahkan beberapa tempat hiburan atau café dan karaoke dikawasan Senggigi tidak memiliki izin. Lale mengatakan terkait itu pun pihaknya sudah meminta kepada Kabid di Dinas Pariwisata untuk meminta data sejumlah tempat hiburan masuk dalam asosiasi dan yang tidak.

Sebab Lale juga meminta agar mengundang juga homestay yang perizinanya tidak sesuai dengan peruntukan.

“Seperti menyediakan karaoke, terus menyediakan PS (patner song), itu juga saya minta (Kabid) untuk mengundang juga di hari Sabtu. Termasuk juga yang di Suranadi, biar kita tidak dianggap hanya mengobok-ngobok yang berizin tetapi yang tak berizin tidak. Makanya kita undang semua,” pungkasnya. (win)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *