SUDAH PUTUS: Kondisi jembatan sementara yang di bangun warga Tumpak sebelum akhirnya putus kembali, belum lama ini.(FENDI/RADAR MANDALIKA)

PRAYA – Pengerjaan jembatan Bongkol di Desa Tumpak Kecamatan Pujut sampai saat ini belum terealisasi. Dalam hal ini, perhatian dari Pemkab Lombok Tengah dinilai minim. Padahal, jembatan tersebut memiliki fungsi yang sangat vital bagi warga Desa Tumpak dan warga lainnya.

Salah seorang warga, Purnawirawan menjelaskan jika jembatan sementara yang dibangun oleh warga sebelumnya rusak karena penyangga jembatan yang terbuat dari kayu roboh terkikis aliran sungai mengakibatkan struktur jembatan sementara jatuh dan tidak bisa dilalui oleh pengendara. Untuk beraktivitas sehari-hari warga pun terpaksa melalui jalan alternatif yakni jalan Desa Prabu yang jaraknya cukup jauh untuk bisa sampai ke pusat pemerintahan desa Tumpak.

“Kita sempat di janjikan bulan Maret, tetapi sampai dengan saat ini masih belum ada tindak lanjut,” terangnya saat di konfirmasi Radar Mandalika, kemarin.

Lebih lanjut, akses jembatan tersebut ungkapnya sangat dibutuhkan oleh warga sebagai akses untuk beraktivitas sehari-hari. Pasalnya dengan putusnya jembatan tersebut menyebabkan wilayah desa Tumpak terisolasi menjadi dua yakni sembilan dusun di pusat pemerintahan dan sembilan dusun di seberang jembatan. Akibatnya untuk akses pelayanan pemerintahan dan keperluan lainnya tidak bisa berjalan normal karena putusnya jembatan tersebut.

Selain merupakan akses warga Tumpak. Jembatan di ruas jalan kabupaten Tumpak- Pengembur tersebut juga tercatat sebagai akses pariwisata. Dimana, banyak wisatawan asing menggunakan jalan tersebut untuk menuju destinasi wisata di sekitar Tumpak dan Mandalika. Demikian pula sebaliknya banyak di gunakan wisatawan asing sebagai akses menuju BIZAM dan destinasi wisata lainnya di Lombok Tengah.

“Turis juga banyak yang lewat sini, mereka gunakan maps dan dipandu melalui jalan ini,” terangnya.

Menyinggung kegunaan lain akses tersebut. Pihaknya juga menjelaskan jika akses jalan tersebut di gunakan para siswa untuk menempuh pendidikan. Dimana tercatat ratusan siswa setiap hari melintas di jalan tersebut untuk menempuh pendidikan di tingkat SMA, SMP, dan jenjang lainnya.

Akses ini juga sebagai akses kesehatan bagi masyarakat khususnya sembilan dusun di luar pusat pemerintahan desa. Dimana mereka harus melalui jembatan tersebut untuk bisa sampai ke Pustu, Polindes, dan bahkan juga Puskesmas Kuta.

“Anak sekolah juga banyak, mereka tidak hanya dari Tumpak ada juga dari Kuta yang menggunakan jalan ini setiap hari,” ujarnya.

Penting dan vital-nya akses jalan tersebut, sehingga warga jelasnya sangat berharap agar Pemkab Loteng melalui dinas terkait dapat segera mengambil tindakan agar bisa segera di perbaiki sehingga akses warga bisa kembali normal dan tidak harus memutar seperti saat ini.

“Kita berharap segera ada kepastian dari pemerintah daerah, tidak hanya dijanjikan tetapi tidak ada tindakan seperti saat ini,” tandasnya.(ndi)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 221

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *