Disorot Kinerja, PDAM Beberkan Terobosan

  • Bagikan
F PMII
KHOTIM/RADARMANDALIKA.ID DISOROT: Plt Direktur PDAM Loteng, Bambang Supraptomo saat memberikan penjelasan kepada perwakilan PMII yang datang, Selasa kemarin.

PRAYA – Kinerja perusahaan daerah air minum (PDAM) Lombok Tengah disorot public. Selasa kemarin, dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Lombok Tengah mendatangi kantor PDAM. Mereka mempertanyakan persoalan-peraoalan mendasar yang belum dapat dituntaskan pihak PDAM. Di antaranya, aliran air yang tidak merata, kinerja pegawai dan debit air tak kunjung normal.

Ketua Umum PMII Lombok Tengah, Erwin Rahadi kepada Radarmandalika.id menegaskan, pihaknya mempertanyakan terkait masalah visi-misi Direktur PDAM ke depannya, kemudian perlu adanya pembenahan dari segala lini baik dari internal pegawai dan pelayanan.

“Masalah debit air yang menyusut dari tahun ke tahun kami juga pertanyakan,” ungkapnya.

Selain itu, termasuk adanya masyarakat yang kesusahan air di Kecamatan Praya Barat, Praya Barat Daya dan areal pegunungan dengan konstruksi tanah yang tinggi di wilayah Gunung Prabu, Kecamatan Pujut misalnya.

“Ini juga kami pertanyakan kepada Dirum PDAM,” sebut dia.

Terpisah, Plt Direktur PDAM Lombok Tengah, Bambang Supraptomo menerangkan, saat ini untuk memaksimalkan sumber mata air, pihaknya melakukan pembenahan dan perbaikan. Baik di sumber mata air di Aik Bone Desa Aik Bukak, Desa Aik Berik di Air Terjun Benang Setokel dan Benang Kelambu. Selanjutnya, di Tibu Lempanas Desa Lantan, Tibu Nangklok 1 dan 2, Danau Biru Desa Karang Sidemen kemudian di Sesere.

“Saat ini memang aliran air tidak maksimal, kebutuhan Lombok Tengah sekitar 200 liter perdetik, sedangkan kondisi saat ini alirannya 60 liter per detik,”bebernya.

“Kami saat ini sedang fokus pembenahan internal baik dari sistem, SDM dan juga terobosan,” sambung Bambang.

Dibeberkannya, tahun 2022 PDAM ada sejumlah proyek pengolahan kebutuhan air untuk KEK Mandalika yang akan diinisiasi dari Bendungan Pengga, Kecamatan Praya Barat Daya dengan kapasitas 200 liter per detik yang akan dikerjakan oleh BPPW dan BWS.

“Untuk wilayah penyangga menggunakan WTP Bendungan Penujak, Batujai dan wilayah lainnya sedang lobi pusat,” katanya.

Disebutkannya, selama ini yang jadi persoalan di wilayah Kecamatan Pringgarata dan Jonggat akan diinisiasi dari Danau Biru Desa Karang Sidemen, dimana feksibilitinya bagus dan sedang proses.

“Kondisi saat ini dalam suplay air bersih melebihi dari pada biaya operasional yang tinggi,” tuturnya.(tim)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *