Paslon Terpilih Hanya Berkuasa 4 Tahun

F ilustrasi Kepala Daerah

Ilustrasi

MATARAM – Pilkada serentak sudah selesai. Tinggal menunggu hasil hitung resmi dilakukan KPU kabupaten/kota. Termasuk di NTB.

Ketua Devisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Parmas dan SDM KPU NTB, Agus Hilman mengatakan, berdasarkan UU Pilkada Nomor 10 tahun 2016 menyebutkan, berdasarkan pasal 201 dibutir ke delepan disebutkan pemungutan suara serentak nasional di pemilihan gubernur wakil gubernur, Bupati Wakil Bupati, Walikota Wakil Walikota di seluruh wilayah kesatuan RI akan berlangsung November 2024.

Hilman pun menyebutkan, dibutir ke tujuh di pasal tersebut disebutkan pemilihan gubernur wakil gubernur Bupati Wakil Bupati, Walikota Wakil Walikota yang berlangsung tahun 2020 maka hanya menjabat sampai 2024.

“Kalau mengacu di UU itu tentu sampai 2024 (masa jabatan 4 tahun, red),” kata Hilman di Mataram, kemarin.

Untuk pemilihan gubernur wakil gubernur NTB sendiri, dilihat dari masa jabatan sampai 2023 maka jika mengacu pada skenario UU tersebut tentu akan pemilihan gubernur di 2024.  Nantinya akan ditunjuk Penjabat hingga pemilihan berlangsung. Hal tersebut disebutkan dalam pasal yang sama di butir sembilan.

“Untuk mengisi kekosongan jabatan, gubernur wakil gubernur Bupati Wakil Bupati, Walikota Wakil Walikota yang berakhir pada masa jabatannya tahun 2022 dan 2023 maka diangkat penjabat gubernur, Bupati dan penjabat Walikota,” jelasnya.

Hilman menjelaskan, sebetulnya KPU belum mengetahui apakah UU Pilkada itu akan masih berlaku di tahun tersebut atau tidak. Sebab saat ini sedang disusun rancangan Draft penggabungan UU Pilkada dengan UU Pemilu. Dari hasil evaluasi dari berbagai pihak ada beberapa opsi yang muncul misalnya Pilkada lokal dan Pilkada nasional. Pilkada lokal itu penggabungan pemilihan DPRD kabupaten kota dan Provinsi dengan Pilkada serentak untuk Bupati Walikota dan gubernur. Sementara pemilu nasional nantinya akan menggabungkan pemilihan DPR RI, DPR RI dan Presiden wakil presiden.

“Hasil evaluasi itu muncul dari pengalaman Pilgenas tahun 2019 yang mana banyak memakan korban (Penyelenggara),” paparnya.

“Pastinya kami tetap menunggu aturan tersebut. Yang pasti kalau memakai skenario UU Pilkada yang sekarang Pemilihan Bupati, Walikota dan Gubernur akan berlangsung di 2024,” ungkapnya.

Untuk diketahui berdasarkan hasi quick count tersebut untuk Lombok Tengah dimenangkan Paslon Pathul Bahri-Nursiah, Kota Mataram Mohan Roliskana- Mujiburrahman, di KLU sendiri Djohan – Dani. (jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

HARUM Menang di Lima Kecamatan

Read Next

Senam Zumba Viral, Empat Orang Diklarifikasi Satu ASN

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *