Pasar Seni Senggigi Mati Suri

IMG 20210929 WA0000

WINDY DHARMA//RADAR MANDALIKA SEPI: Kawasan Pasar Seni Senggigi terpantau sepi, kemarin (28/7).

LOBAR–Nasib Pasar Seni Senggigi hingga kini tak kunjung ada kejelasan. Kondisinya seakan mati suri tanpa ada aktifitas seni seperti namanya. Hanya beberapa terlihat pedagang yang berjualan. Kondisi itu sebenarnya sudah berlangsung tak hanya saat pandemi covid-19 ini saja, namun sejak beberapa tahun belakangan. Pemkab Lobar sendiri sudah lama mengharapkan aset milik provinsi itu bisa dihibahkan ke Pemkab Lobar untuk dikelola. Namun tak kunjung diberikan karena hingga kini aset itu masih dikelola pihak ketiga yang bekerjasama dengan Pemprov NTB.
“NTB dulu terkenal dengan Senggigi, ayo dong balik lagi ke Senggigi. Tolong urus Pasar Seni itu bagaimana caranya, karena itu aset provinsi,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Lobar, H Saeful Ahkam belum lama ini.
Seandainya Pemprov mau memberikan kepercayaan Pemkab Lobar mengelola pasar Seni itu, Ahkam berjanji setiap pekan akan ada pentas seni dan kebudayaan. Dalam setahun bisa 54 pekan digelar selama seminggu sekali. “Setiap malam minggu selama 54 kali penampilan (setahun) dari jam 8 sampai 10 malam. Hanya dua jam kok,” bebernya.
Bahkan tak menutup kemungkinan para seniman akan terlibat. Sebab para seniman rindu ingin pentas di hadapan penonton. Hanya saja kini posisi aset Pemprov itu tengah masih dipihak ketigakan pengelolaannya. Pihaknya pun mendukung jika mereview kembali kerjasama itu.
“Yang pasti Lombok Barat siap mengelolanya, tidak akan memiliki. Syukur kalau kita dikasih,” pungkasnya seraya menyebut jika lokasi itu bukan hanya pasar namun juga menjadi taman budaya.
Dari kalangan wakil rakyat di Lobar juga mengingatkan agar memastikan dulu masalah aset Pasar Seni jika ingin mengelola aset provinsi itu. “Harus kita lihat juga itu (Pasar Seni) aset Pemprov bukan Lobar. Jadi harus dibicarakan dulu,” ungkap Anggota Komisi II DPRD Lobar, Abu Bakar Abdullah.
Ia pun tak menampik jika Pasar Seni seakan mati suri tanpa ada aktifitas didalamnya. Harusnya Pasar Seni bisa menjadi magnet bagi para wisatawan. Terlebih sejauh ini pengunjung yang datang minim. Padahal potensi PAD sektor itu sangat menjanjikan. “Intinya klirkan dulu surat-surat tanah,” pungkasnya. (Win)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Oknum Anggota Polisi itu Gunakan Pistol Mainan, Kapolda: Tetap Ditindak Tegas

Read Next

Bank NTB Syariah Berikan Pinjaman 16 Miliar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *