Pasangan Lalu Ivan Indaryadi dan Resty Ramadhaniaty

LOBAR – Putra Wakil Bupati Lombok Barat Hj Sumiatun dan H Lalu Daryadi, Lalu Ivan Daryadi akan mengelar acara adat nyongkolan megah pada Minggu (12/2/2023). Pria yang sudah resmi menikahi Resty Ramadhaniaty putri dari H. M. Taufiq dan Almarhum Nurul Mastura Oktober 2022 lalu itu akan membawa rombongan empat sampai lima ribu lebih menuju kediaman mempelai Wanita di Kawasan Perumnas Kota Mataram.

Acara adat Sasak itu sudah memperoleh izin dari kepolisian Polres Lobar dan Polresta Mataram. Masyarakat penguna jalan pun diimbau untuk memilih jalan alternatif lain menghindari kemacetan akan timbul dari iring-ringan ini.

Dari imbauan yang dikeluarkan pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Lobar dan Polresta Mataram jalur yang dilalui dari Sekotong menuju Mataram. Mulai dari Jalan Sekotong menuju Lembar terus ke Simpang Lima Koperasi Gerung menuju Bundaran Giri Menang Square dan melalui Jalur Bypass BIl 2 ke Mataram. Iringan itu diperkirakan melalui jalur itu sekitar 13.00-19.00 wita.

Sedangkan untuk jalur Kota Mataram rombongan akan melalui tugu bundaran Mutiara Jempong menuju arah Pagesangan terus ke utara perempatan Majapahit. Lantas menuju barat jalur Majapahit ke simpang empat Seruni.

Kemudian Nyongkolan akan dimulai dari depan Museum Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui jalur Panjitilar dan berakhir di depan Gedung Imperial Ballroom. Nyongkolan itu akan dimulai sekitar pukul 14.00 wita sampai 18.00 wita.

IMG 20230211 WA0040

Tradisi budaya “nyongkolan” ini diklaim sebagai prosesi adat terbesar, karena akan diikuti ribuan orang pengiring dan puluhan musik tradisional Sasak, gendang beleq.

“Tidak ada penutupan jalan kita hanya mengimbau jika akan ada iringan nyongkolan lewat dari pukul 13.00 wita sampai pukul 19.00 wita itu. Tidak ada penutupan jalur di Lobar,” terang Kabid Perhubungan Darat Dishub Lobar, Shantia Sari Dewi yang dikonfirmasi, Sabtu (11/2/2023).

Imbauan itu akan menjadi pemberitahuan bagi masyarakat untuk memaklumi kemungkinan kepadatan kendaraan yang melintas. Sejumlah personil gabungan Dishub, Satpolpp dan Polres Lobar akan turun membantu mengurai lalulintas yang dilalui rombongan dan iringan nyongkolan itu.

“Kemungkinan paginya sudah ada gelar pasukan paginya dan jam 11 itu sudah kumpul dan berjaga di setiap simpang. Pasti ada petugas yang mengamankan arus,” bebernya.

Informasi yang diperoleh pihaknya dari panitia acara itu kemungkinan akan ada ribuan rombongan dan iringan yang mengunakan bus sebanyak 30 unit diluar kendaraan music tradisional. Itupun kata Wanita berjilbab itu, belum termasuk kemungkinan warga sekotong yang antusias ikut.

“Kita tidak bisa memperkirakan kalau jumlah masyarakat,” ujarnya.

Pihaknya tak menyarankan adanya kendaraan bermotor yang ikut rombongan untuk mempermudah pengamanan jalur. Namun tentu saja pihaknya tak bisa memperkirakan masyarakat mau atau tidak. Pihaknya pun menilai masyarakat akan memaklumi acara yang menjadi adat istiadat suku sasak tersebut.

Sementara itu, Panitia Pelaksana Nyongkolan, Rochidi mengatakan prosesi adat pernikahan Lalu Ivan ini merupakan salah satu upaya mempertahankan tradisi adat Sasak.

“Dan beliau merupakan tokoh Sasak (bangsawan) sehingga tentu mengikuti adat dan tradisi Sasak, guna menjalankan warisan leluhur kita,” terangnya.

Lebih lanjut dijelaskan Kades Buwun Mas Sekotong itu, prosesi adat sudah dilalui sejak Oktober 2022 lalu. Mulai dari “memaling”, sejati, selabar, akad nikah, sampai dengan sorong serah dan Nyongkolan yang akan digelar Minggu (12/2/2023). Khusus acara prosesi Sorong Serah dan Nyongkolan akan diikuti peserta dengan estimasi sekitar empat sampai lima ribu pengiring. Itu berasal dari Lobar dan luar seperti Lombok Tengah.

“Karena banyak keluarga dari Lalu Daryadi berasal dari Loteng. Pengiring ini diangkut menggunakan sekitar 300 unit kendaraan. Khusus dari dua kecamatan, seperti Lembar minimal 10 kendaraan yang disiapkan per desa. Sehingga ada 100 kendaran,” paparnya.

Kemudian untuk Sekotong, para pengiring berasal dari 9 desa di Sekotong. Nantinya disiapkan minimal 100 hingga 150 kendaraan dari swadaya masyakarat. Belum lagi dari kendaraan yang diback-up dari luar. Rombongan nantinya akan berangkat sekitar pukul 13.00 untuk prosesi Sorong Serah dan selanjutnya rombongan penganten berangkat pukul 14.00 siang.

Menurutnya iring-iringan kendaraan ini tidak sampai menggangu arus lalu lintas. Apalagi membuat kemacetan. Panitia lain, Agus Sutrisman, menyebut jumlah pengiring dari kecamatan Lembar sebanyak 1.250 orang. Jumlah kendaraan yang disiapkan 108 roda empat, bus lima, dan mini bus 4.

“Gendang beleq 5 buah,” jelas dia.

Terkait dengan iring-iringan ini, panitia sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan di Kabupaten Lobar dan Kota Mataram serta provinsi NTB. Termasuk aparat kepolisian, Kaling dan lurah di daerah Mataram. (win)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 456

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *