Mensos Minta Pindah Pengungsian Batulayar Utara, Dianggap Tidak Layak

  • Bagikan
F MENSOS
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA TURUN: Mensos RI Tri Rismaharini saat turun mencarikan lokasi tempat pengungsian yang layak bagi masyarakat di Dusun Batulayar Utara Desa Batulayar Barat Kecamatan Batulayar, Jumat (10/12).

LOBAR – Menteri Sosial (Mensos) RI, Tri Rismaharini meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat (Lobar) segera memindahkan lokasi pengungsian warga Dusun Batulayar Utara Desa Batulayar Barat. Hal itu disampaikan ketika ia turun mengujungis pengungsian, Jumat (10/12). Pasalnya, politisi PDIP itu menilai lokasi pengungsian yang sekarang berdiri jauh dari layak dan posisinya cukup membahayakan. Lantaran berada di bawah perbukitan yang rawan longsor. Tak hanya itu tenda darurat yang dipergunakan kurang layak untuk pengungsi. Disamping tak ada toilet darurat di lokasi itu.

Risma bahkan turun langsung mencarikan lokasi layak untuk tempat pengungsian baru. Mantan Walikota Surabaya itu meminta agar tenda segera terpasang bersama wc portable. Sedangkan Bupati diminta untuk melakukan pendekatan kepada warga agar mau pindah lokasi pengungsian.

“Jadi dari hasil evaluasi kita untuk zona pengungsian yang ada saat ini masih belum aman menurut saya. Karena kita lihat di bukit itu sudah mulai ada longsoran,” ujar Risma didampingi Wakil Gubernur NTB Hj Siti Rohmi Djalilah, Kapolda NTB, Bupati Lobar, Anggota DPR RI Rahmat Hidayat, Serta Anggota DPD RI dapil NTB Evi Apita Maya.

Tak hanya itu, ia menilai bukit yang dekat pengungsian juga tak aman bagi warga yang rumahnya tak terdampak banjir. Meski jarak lokasi pengungsian yang baru cukup jauh dari pemukiman warga. Namun Risma meyakini jauh lebih aman ditempati.

“Minimal saat hujan atau saat malam hari mereka tinggal disini (pengungsian). Kita akan siapkan fasilitas sesuai standar PBB untuk pengungsiannya,” jelasnya.

Ia berpikir pengungsian yang layak ramah anak dan perempuan sangat penting. Karena masyarakat tidak diam dalam kurun waktu pendek sepekan atau dua pekan. Namun kata Risma bisa berbulan bulan sampai dinyatakan aman dan masyarakat bisa kembali lagi.

“Dan tendanya nyaman juga, karena bahanya kalau kena panas tidak panas, jadi lebih dingin dari tenda-tenda yang ada. Sehingga dia siangpun kalau ada disitu bisa berteduh dengan nyaman, jendela bisa dibuka, ada skat-skat bisa digunakan untuk berkeluarga,” bebernya.

Sedangkan untuk toilet, Risna mengaku akan mendatangkan toilet portablet. Ia bahkan menegaskan jika kebutuhan akan tenda atau toilet kuran Kementerian Sosial akan mendatangkan dari Bali ataupun pusat.

“Tapi sementara ini sudah di idetifikasi ada di dinas tiga kalau ndak salah, di balai ada dua, itu kapasitasnya masing-masing 20 orang. Nanti kita siapkan selimut dan segala macam,” sambungnya.

Selain mendatangi pengungsian di Desa Batulayar Barat, Mensos juga mendatangi tempat pengungsian di Dusun Kekait Daye Desa Kekait Kecamatan Gunungsari. Ditempat itu juga Mensos meminta agar lokasi pengungsi yang ada di bangunan mesjid belum jadi dipindah. Karena selain lokasi yang dekat kejadian longsor dan banjir. Juga akses jalur evakuasi yang sulit.

Menangapi permintaan Mensos itu, Bupati Lobar H Fauzan Khalid akan segera melakukan pendekatan ke warga agar mau pindah ke tempat pengungsian yang baru. Karena perkiraan menteri warga akan lama mengungsi terlebih kondisi cuaca penghujan yang diperkirakan masih panjang.

“Mereka boleh kembali ke rumah tapi saat malam ke sini, mengantisipasi kejadian di malam hari. Kalau untuk masyarakat mau tidak itu tugas kami melakukan pendekatan dan komunikasi,” tegas Fauzan. (win)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *