Fauzi. (WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA) 

LOBAR— Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) bersiap menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) yang dijadwalkan berlangsung pada 16 April 2026. Mengusung tagline “Muscab PKB Riang Gembira”, perhelatan ini menjadi sorotan lantaran diikuti oleh lima bakal calon kuat yang akan memperebutkan kepemimpinan partai untuk lima tahun ke depan.

Gelaran Muscab kali ini dipastikan akan berlangsung semarak namun tetap kondusif. Mekanisme pemilihan yang diterapkan menitikberatkan pada penilaian objektif dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), sehingga potensi gesekan antar pendukung di tingkat akar rumput dapat diminimalisir.

Ketua Panitia Muscab PKB Lobar, Fauzi, menyatakan bahwa seluruh persiapan teknis telah berjalan sesuai rencana. Menurutnya, pemilihan lokasi di kawasan wisata Senggigi diambil untuk memberikan suasana yang nyaman bagi para kader dalam menjalankan proses demokrasi internal partai.

“Di Lombok Barat, Muscab akan kami adakan di daerah Senggigi, tepatnya di Hotel Montana. Pelaksanaannya serentak dengan DPC lain di seluruh wilayah NTB pada tanggal 16 April mendatang,” ujar Fauzi Selasa (14/4).

Agenda ini ditandai dengan rencana kehadiran tokoh nasional PKB, Abdul Halim Iskandar, yang akrab disapa Gus Halim, selaku Ketua DPP PKB Bidang Penguatan Organisasi, Legislatif, dan Eksekutif, dijadwalkan hadir langsung untuk mengawal jalannya musyawarah tersebut.

Berbeda dengan mekanisme Muscab pada periode-periode sebelumnya, kali ini terdapat prosedur yang mewajibkan peserta muscab mengusulkan sekurang-kurangnya lima nama ke tingkat pusat. Nama-nama yang muncul bukanlah sosok baru, melainkan para kader potensial yang selama ini telah berkontribusi besar bagi partai di Bumi Patut Patu Patju.

Kelima nama yang masuk dalam bursa bakal calon tersebut adalah Fauzi sendiri, Hj. Rafiah Musa, Hendra Harianto, TGH Hardiyatullah, serta TGH Khudary Ibrahim yang saat ini merupakan petahana Ketua DPC PKB Lombok Barat. Menariknya, empat dari lima kandidat tersebut merupakan figur yang saat ini duduk sebagai anggota legislatif di DPRD Lombok Barat.

“Muscab PKB kali ini berbeda. Kami mengusulkan sekurang-kurangnya lima nama ke DPP. Lima nama yang ikut kontestasi ini mencakup pengurus aktif dan juga ppetahana,” jelas Fauzi.

Setelah pelaksanaan Muscab pada 16 April, tahapan tidak berhenti di sana. Para bakal calon diwajibkan melewati fase krusial berupa Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) atau Fit and Proper Test. Proses ini dijadwalkan berlangsung pada 24 April 2026 di kantor DPW PKB NTB dengan melibatkan tim penguji independen dari Universitas Mataram (Unram).

Keterlibatan akademisi dari Unram dimaksudkan untuk menjamin objektivitas dan profesionalisme dalam menilai kapasitas kepemimpinan para calon. Hasil dari uji kelayakan ini nantinya akan menjadi variabel utama bagi DPP PKB dalam menentukan siapa yang paling layak menakhodai partai di masa depan.

“Uji kelayakan dan kepatutan itu melibatkan tim Unram. Jika salah satu hasil uji dinyatakan tidak layak, maka itu akan menjadi pertimbangan serius bagi DPP dalam memutuskan. Salah satu pertimbangan utama DPP memang mengacu pada hasil UKK masing-masing kandidat,” ungkapnya lebih lanjut.

Fauzi mengakui bahwa rekam jejak sebagai pengurus, prestasi selama menjabat di DPRD, serta dedikasi terhadap partai tentu memiliki nilai tersendiri di mata DPP. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan akhir merupakan hak prerogatif pusat yang didasarkan pada evaluasi menyeluruh.

“Selebihnya itu diserahkan ke DPP yang menilai mana yang layak dan tidak. Kami yakin DPP memiliki penilaian tersendiri yang komprehensif,” tambahnya.

Melalui sistem penunjukan dan penilaian terpusat ini, Fauzi optimis bahwa semangat “Muscab PKB Riang Gembira” dapat terwujud nyata tanpa adanya perpecahan internal. Sebagai ketua panitia, ia memberikan jaminan bahwa proses ini akan berjalan sukses dari awal hingga akhir.

“Dengan sistem seperti ini, gesekan di bawah tidak akan terjadi. Karena itu kami beri judul Muscab ini ‘Riang Gembira’. Tidak ada yang bisa menjamin siapa yang memimpin ke depan, semua diserahkan ke DPP, tapi insyaallah hasilnya tidak akan keluar dari nama-nama yang diusulkan. Saya selaku panitia menjamin Muscab ini sukses,” pungkas Fauzi.(win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *