Mengenal Lalu Rio Dzulhijj Sugara

F Bok 3

BUYUNG/RADARMANDALIKA Lalu Rio Dzulhijj Sugara

Geluti Seni Komik Sejak 2018, Berharap Dukungan Pemda

Jejak sang ayah tidak bisa 100 persen diikuti Lalu Rio Dzulhijj Sugara, dia sendiri memilih menjadi seorang pelukis. Seperti apa ? berikut wawancara wartawan Radar Mandalika.

BUYUNG-LOMBOK TENGAH

PINTU baru di dunia seni lukis digital bagi seniman lokal memang tak asing lagi terdengar. Namun sedikit seniman lokal NTB khususnya Lombok Tengah yang hari ini berminat untuk bermanuver menggeluti kesenian modern tersebut.

Pada Minggu sore, (27/12) kemarin wartawan Radar Mandalika berkesempatan untuk mewawancarai salah seorang seniman komik digital yang dikenal di lingkungannya cukup introvert. Berbeda dengan kawan seninya yang lain komikus, Lalu Rio pemuda dari Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang ini memang dikenal sebagai anak yang jarang bergaul, namun memiliki keahlian luar biasa dibidang seni lukis. Banyak teknik dan genre seni yang ia kuasai.

Untuk seni komik ini, mulai dia geluti akhir 2018 lalu. Sebelumnya, ia bercerita hanya menggambar fanart karakter anime dan mulai nyaman dengan genre tersebut, sehingga mulai menjamah dunia komik dengan mengikuti beberapa perlombaan.

“Sebenarnya coba-coba ke genre ini gara-gara keinget dulu  pernah mikir pengen jadi mangaka. Jadi mulai mencoba dan belajar membuat karakternya sampai kebutuhan pembuatan komiknya sendiri,” ungkapnya.

Sementara, untuk lomba sendiri masih sekedar ikut event online di instagram ataupun facebook. “Saya kan baru mulai di 2018, jadi pernah nyoba ikut lomba komik sebanyak tiga kali, tapi sayang belum bisa jadi pemenang,” tuturnya.

Namun, walaupun belum meraih hasil maksimal justru menurutnya hal itu akan dijadikan sebagai pemicu untuk meningkatkan kualitas desain dan mendalami lagi referensi manga.

Berbicara soal penghasilan, ia melihat sudah banyak komikus yang meraup materil dari hobi mereka. Melihat secara pasar makin kesini semakin banyak yang butuh kesenian digital ini. Soal menghasilkan atau tidaknya itu sudah pasti sangat menghasilkan. Pasalnya, kebanyakan masyakrat saat ini mulai tertarik lagi dengan tontonan kartun jepang anime, dan khususnya untuk developer sangat membutuhkan jasa para seniman digital saat ini.

“Masa pandemi saat ini para pengembang sistem digital web dan aplikasi sedang nyari orang kreatif seperti kita, jadi klo bicara pasar lokal memang belum ketemu. Tapi diluar daerah bisa dibilang profesi ini sangat subur di sana.  Entah untuk pembuatan web komik atau untuk yang cetak,” jelasnya.

“Untuk di ruang lingkup web komik seperti webtoon terbilang sangat diminati baik dari pembaca dan komikusnya sndiri. Jadi profesi seniman digital sudah saya rasa bisa dikatakana masuk kategori profesi pekerjaan,” tambahnya.

Pria yang lahir pada 7 Mei 1997 tersebut berharap, komunitas khususnya di bidang komik di Lombok dapat berkembang dan disupport oleh pemda. “Komunitas ada, tapi masih umum alias campur-campur. Belum fokus pengembangan project ke digital art,” katanya.

Kemudian dia berharap semoga makin banyak lagi seniman muda khususnya komikus muda di NTB khususnya di Loteng. Intinya untuk seniman atau  komikus yang baru akan mencoba merintis, jangan takut untuk memulai, karna kalau bukan sekaraang, kapan lagi? Jadi terus berkarya sampai cita-cita dan harapan tercapai.(*)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Dapur Ponpes Darul Muhajirin Terbakar

Read Next

Kades Mengaku Tidak Dilibatkan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *