Libur Sekolah, Orang Tua Jangan Berikan Anak Keluyuran

Kadis Dikbud scaled

JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA Aidy Furqan

MATARAM – Pandemi Covid-19 NTB yang belum mereda masih menjadi atensi serius pemerintah. Tidak terkecuali Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB.

Kepala Dinas Dikbud NTB, Aidy Furqan pun mengimbau para orangtua tidak gampang mengizinkan anak mereka keluar rumah.

“Orangtua memastikan putra/putrinya untuk tidak melakukan kegiatan di luar rumah,” imbau Aidy di Mataram, kemarin.

Pihaknya mencontohkan keluar rumah diantaranya di pusat olahraga, tempat rekreasi, warung internet, pusat perbelanjaan, pusat permainan, mall, atau tempat berkumpul lainnya. Orangtua juga diminta tidak mengizinkan putra/putrinya melakukan kegiatan yang diikuti banyak orang seperti perlombaan/pertandingan, kegiatan seni budaya, pameran, nyongkolan dan lainnya.

“Selama belajar mandiri di rumah agar para orang tua siswa mengawasi / membimbing putra/putrinya,” pesannya.

Aidy juga mengatakan jika diperlukan orangtua agar berkomunikasi dengan para guru atau wali kelas untuk menginformasikan perkembangan berlajar mandiri putra putrinya di rumah.

Dampak Covid-19 ini untuk ketiga kalinya pelajar SMA, SMK sederajat kembali diliburkan Pemerintah. Hal ini berdasarkan surat Dikbud NTB Nomor : 420/1901.UM Dikbud yang disampaikan kepada Kepala Cabang Dinas Dikbud, Kepala SMA/SMK/SLB Se-NTB, pengawasan, Komite Sekolah belajar mandiri di rumah termasuk kepada orangtua atau wali siswa.

“Ya, kita liburkan kembali sampai 27 April,” katanya.

Dikbud meminta kepala sekolah memastikan para guru memberikan layanan belajar mandiri di rumah dengan tidak memberikan layanan yang berbentuk tugas secara kelompok melainkan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif dan efisien (tetap di dalam rumah) atau bentuk layanan belajar mandiri lainnya.

Aidy juga mengatakan kepala sekolah menyampaikan laporan progres belajar mandiri yang dilaksanakan oleh setiap guru. Laporan disampaikan melalui Kepala Seksi Kurikulum SMA, Kepala Seksi Kurikulum SMA, dan Kepala Seksi Kurikulum PK PLK pada Dinas Dikbud Provinsi NTB.

Dikbud menyamapaikan belajar mandiri dilayani melalui online sekitar 55 persen,  semi online 20 persen dan sisanya belajar manual.  Kondisi ini, lanjut Aidy hasil evaluasi belajar mandiri tahap kedua.

“Terkait dengan ini sekolah diminta menyesuaikan dengan kondisi masing-masing dari dana yang ada di sekolah,” jelasnya.

Di satu sisi, DPRD NTB meminta Dikbud tidak membebani siswa selama belajar online. Sejak pandemi Covid-19 ini diakuinya Dikbud menerapkan belajar rumah melalui sistem online.

“Kita minta belajar pola online ini sedapat mungkin tidak membebani siswa,” ungkap Anggota komisi V DPRD NTB, Akhdiansyah terpisah.

Pemprov juga diminta menyiapkan model pembelajaran online ideal untuk dipedomani oleh seluruh guru. Sementara itu bagi daerah yang masih blank spot atau jaringan internetnya yang belum ideal, pihaknya meminta agar pemerintah menyiapkan kebijakakan tersendiri agar proses pendidikan tetap berjalan dengan baik.

“Hasil evaluasi kami di Komisi V, kita minta Dikbud NTB meningkatkan monitoring dan supervisi proses belajar online pada masa masa sulit ini,” ungkap Sekretaris Fraksi PKB DPRD NTB itu. (jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Anggaran Penanganan Covid-19 Butuh Tambahan 47 Miliar

Read Next

Fraksi PKS Alihkan Pokir 1,5 Miliar untuk Paket Sembako

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *