Korona, Anggota Dewan Mataram Dirawat di RS Bali

F Update korona

HUMAS PEMPROV FOR RADAR MANDALIKA UPDATE: Berikut peta perkembangan kasus korona di NTB.

MATARAM – Seorang anggota DPRD Kota Mataram dinyatakan positif terjangkit virus korona. Inisial HT, laki-laki, usia 52 tahun warga Kelurahan Karang Baru, Kecamatan

Selaparang, Kota Mataram. Sekarang HT menjalani perawatan di RSPTN Udayana Bali dengan kondisi baik.

Sementara itu, untuk jumlah kasus positif covid-19 di NTB kembali bertambah. Kali ini bertambah 21 kasus positif dari 186 yang dites di Laboratorium RSUD Provinsi NTB,

Laboratorium Universitas Mataram dan Laboratorium Genetik Sumbawa Techno Park.

 Dari data tersebut, Kabupaten Lombok Utara bertambah delapan orang, Lombok Timur tujuh, Lombok Tengah lima, Bima satu, kota Mataram satu.

“Dengan adanya tambahan 21 kasus baru terkonfirmasi positif, delapan tambahan kasus sembuh

baru, dan tidak ada kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai (28/4) sebanyak 227 orang,” beber Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, Lalu Gita Ariadi, tadi malam.

Gita menerangkan, adapun rinciannya 30 orang sudah sembuh, empat

meninggal dunia, serta 193 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif yaitu, pasien nomor 26, an. Tn. SR, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Selong Kabupaten Lombok

Timur,  Pasien nomor 34, an. Tn. R, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat, Pasien nomor 52, an. Tn. T, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur.

Berikutnya, pasien nomor 53, an. Tn. LAM, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur.  Pasien nomor 54, an. Tn. M, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Terara, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur. Pasien nomor 58, an. Tn. MA, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Korleko Selatan, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Pasien nomor 66, an. Tn. KA, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur dan Pasien nomor 99, an. Ny. N, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Desa Bengkel Selatan, Kecamatan Labu Api, Kabupaten Lombok Barat.

Gita menyamapaikan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 503 orang dengan rincian 325 orang (65%) PDP masih dalam pengawasan, 178 orang (35%) PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 15 orang PDP meninggal. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 4.891 orang, terdiri dari 808 orang (17%) masih dalam pemantauan dan 4.083 orang (83%) selesai pemantauan.

“Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu, orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 2.887 orang, terdiri dari 1.956 orang (68%) masih dalam pemantauan dan 931 orang (32%) selesai pemantauan,” kata Gita.

 Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 50.167 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 12.451 orang (25%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 37.716 orang (75%). (jho/r3)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Bule Meninggal, Petugas Evakuasi Gunakan APD

Read Next

Terekam CCTV, Pasien Virus Korona Kabur

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *