Kemenkumham Serahkan 3 Hektare untuk Warga Lias

f pertemuan

IST/RADAR MANDALIKA PERTEMUAN: Rapat pertemuan terakhir antara warga, Pemda KLU dan Kemenkum HAM menyatakan sepakat untuk diserahkan lahan 3 hektare kepada warga sekitar.

KLU–Persoalan sengketa tanah antara Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dan warga di Lias, kabarnya sudah menemukan titik terang. Dari tanah seluas 50 hektare itu sudah disepakati akan diberikan ke warga seluas 3 hektare. Kementerian Hukum dan HAM dinyatakan berhak atas kepemilikan lahan dengan bukti sertifikat Nomor 1 tahun 1974.

“Alhamdulilah melalui pertemuan terakhir dengan pihak Kemenkum HAM, warga dan kuasa hukum warga telah disepakati bersama bahwa 3 hektare lahan dari 50 hektare lahan di Dusun Lias itu diserahkan kepada warga untuk tempat tinggal mereka,” ungkap Plt Sekda Lombok Utara, Raden Nurjati di salah satu hotel di Mataram, Jumat (6/11).

Raden Nurjati yang didampingi Kabag Hukum dan Asisten I Setda Lombok Utara pada saat pertemuan dengan Kemenkum HAM dan warga mengaku sangat bersyukur karena sengketa yang sudah terjadi sejak tahun 1994 itu berakhir dengan baik. Demikian juga dengan respon masyarakat yang menerima keputusan itu.
“Dari 3 hektare yang diserahkan itu nanti, sebanyak 93 KK akan serahkan 2 are tanah untuk masing-masing KK. Selebihnya akan dibangun fasum dan fasos masyarakat,” ujarnya.

Dijelaskannya, keputusan itu nanti diperkuat dengan berita acara kesepakatan bersama. Tinggal bagaimana mengatur teknisnya saja, karena tanah 3 hektare itu tidak bisa diserahkan secara langsung kepada masyarakat. Melainkan Kemenkumham menyerahkan terlebih dahulu kepada Pemda Lombok Utara. Selanjutnya akan diproses dengan dasar berita acara pertemuan akhir tersebut. Sedangkan sisanya itu akan digarap warga hingga nantinya pihak Kemenkum HAM memanfaatkan lahan itu.

“Intinya soal tanah Lias yang sempat dikuasai warga sudah selesai. Warga sepakat diberikan tanah masing-masing 2 are untuk tempat tinggal,” terangnya.

“Setelah berita acara itu nanti kita akan langsung berkoordinasi dengan BPBD Lombok Utara kaitannya dengan RTG yang akan dibangunkan nanti. Karena kita butuh cepat untuk diperoses sebelum Desember berakhir,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Komunikasi Masyarakata pada Ditjen HAM Kementerian Hukum dan HAM, Iwan Santoso SH MSi mengatakan persoalan tanah Lias sudah ada penyelesaiannya. Setelah beberapa kali dilakukan pertemuan dan terakhir Agustus lalu dengan pemda, camat dan desa akhirnya ditemukan kata sepakat. Bahwa Kemenkum HAM memberikan 3 hektare lahan itu untuk 93 KK dan masing-masing KK mendapat 2 are.

“Dari total 4 hektare itu hampir 2 hektare akan ditempati warga dan sisanya untuk fasum dan fasos. Selain itu juga pemda akan memanfaatkan sisa lahan itu untuk bangun sekolah dan pasar,” jelasnya.

“Hari ini (kemarin, red) akan dilanjutkan dengan berita acaranya pinjem pakai dulu supaya warga desa bisa dibangunkan RTG. Kita khawatir jika ini berlarut dan terjadi gugatan pasti warga kalah karena Kemenkumham memilki sertifikat dan mempunyai kekuatan hukum penuh dengan Sertifikat Kemenkumham Nomor 1 tahun 1974 atas nama Kemenkumham,” sambungnya.

Menyoal dugaan penelantaran, Iwan Santoso membantahnya. Total lahan 50 hektare dan tidak ditelantarkan karena awalnya lahan itu dimanfaatkan untuk lahan asimilasi warga binaaan kelas dua Mataram. Kemudian ada aturan napi ditarik ke Lapas sehingga lahan itu tidak dimanfaatkan. “Itu lahan akan dipakai untuk Lapas narkotika, lapas terbuka, perempuan dan rudenim,” pungkasnya.

Terpisah, kuasa hukum warga, Ferry Anis Fuad SH MH bersama warga mengaku soal tanah Lias sudah ada kesepakatan. “Kesimpulannya masyarakat menerima tawaran dari pemerintah dan pemerintah memberikan hak garap kepada warga. Meski sempat ada penolakan namun itu hanya miskomunikasi saja dan hasil pertemun sudah diselesaikan,” jelasnya.

“Sudah ada 6 kuasa hukum pernah mencoba memediasi persoalan tanah Lias namun tidak bisa dan saya kuasa hukum ke 7. Alhamdulilah bisa terselesaikan,” tutupnya.(dhe)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Jadup Tahap II Makin Tidak Jelas

Read Next

Lotim Mulai Poles Destinasi Wisata

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *