Keberadaan Air Terjun Babak Pelangi di Utara Gumi Tastura

  • Bagikan
f bok 2
IST/RADAR MANDALIKA INDAH: Pekerja sedang melakukan pengecatan salah satu bangunan yang ada di sekitar Air Terjun Babak Pelangi di Desa Lantan.

Air Terjun Babak Pelangi di Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara (BKU) kini mulai banyak dikunjungi wisatawan. Keindahan air terjun yang baru ini tersiar ke luar ini, memiliki keindahan yang berhasil menjadikan magnet baru.

MUH. JAYADI-LOMBOK TENGAH

KEBERADAAN Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara (BKU) Lombok Tengah mulai dikenal banyak orang. Kendati desa ini berada di Utara Lombok Tengah, banyak masyarakat dari luar bahkan wisatawan asing berkujung ke wilayah ini.
Desa ini memiliki sejumlah potensi wisata alam yang terbilang cukup indah untuk dikunjungi. Salah satunya, wisata air terjun babak pelangi namanya.
Objek wisata satu ini cukup indah, pengunjung pun betah di sana. Apalagi di momen hari libur, pengunjung begitu banyak memadati lokasi.
Informasi yang diterima, alasan pengunjung memilih tempat ini, karena objek wisata baru mulai popular itu mempunyai banyak kelebihan. Di antaranya, air terjun langsung dari alam tirisan Danau Segara Anak, lokasi mudah terjangku, semua sarana sudah lengkap, air terjun berpaduan dengan kolam dan lokasi parkir yang luas. Ini menyebabkan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung.
Selain itu, tiket masuk juga murah. Terlebih pada pandemi Covid-19 sekarang ini. Harga tiket sangat bersahabat dengan isi kantong para pelajar atau mahasiswa sekalipun, hanya Rp 5 ribu saja. Satu lagi, harga tiket masuk di hari biasa maupun akhir pekan atau hari libur nasional masih bisa dibilang terjangkau.
Hanya saja, karena pandemi yang masih melanda kujungan wisatawan terbilang berkurang seperti pada normal sebelumnya. Akibatnya, penghasilan dari masyarakat maupun pengelola juga jauh berkurang.
Kades Lantan, Erwandi mengatakan saat ini air terjun ini sepi pengunjung, semenjak pandemi Covid-19 melanda. “Memang sekarang dampak pandemic semua,” katanya.
Menurut kades, di tengah pandemi yang belum kunjung usai memang cukup berdampak kepada sektor pariwisata, karena tingkat kunjungan wisatawan cukup rendah. “Jumlah pengunjung objek wisata memang masih sedikit, sekitar 10 orang setiap harinya,” bebernya.
Kades mengungkapkan, dengan sepinya wisatawan berkunjung pastinya berimbas pada pendapatan pengelola wisata setempat dan para UMKM yang setiap harinya berjualan di sekitar lokasi air terjun.
Kades mengaku, dua objek wisata air terjun di Desa Lantan ini merupakan wisata yang paling sangat diminati oleh banyak wisatawan. Dimana, dua objek wisata ini terbilang cukup indah dan lokasinya masih terbilang alami.
“Paling sedikit yang kujungan kalau normal 70 orang. Itu baik dari wisatawan lokal maupun wisatawan asing,” ceritanya.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *