Kapolres Dalami Dugaan Keterlibatan Oknum Polisi

F BAGUS INTIMIDASI

WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA AKBP Bagus S Wibowo

LOBAR—Kapolres Lombok Barat (Lobar) AKBP Bagus S Wibowo memastikan dugaan keterlibatan oknum anggota polisi atas kasus intimidasi yang dilakukan debt collector kepada warga tengah didalami pihaknya. Sebab harus dipastikan dulu oknum tersebut benar polisi atau tidak. “Karena ini memiliki dugaan oknum aparat, tentu kita penyidik Polres Lobar melakukan koordinasi dengan bidang Propam di Polda NTB,” ungkap Bagus yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, kemarin (27/9).
Diakuinya kini penyidik Polres Lobar bersama Propam Polda NTB tengah memastikan oknum itu benar atau tidak aparat. Termasuk pihaknya tengah mendalami dugaan senjata api (Senpi) yang digunakan untuk mengancam masyarakat ketika menagih. “Itu juga masih kita melakukan pendalaman, apakah itu senpi organik milik aparat atau bukan,” ujarnya.
Saat ditanyakan apakah terduga oknum anggota itu tak bertugas di Polres Lobar, Bagus sekali lagi mengatakan masih mendalaminya. Termasuk dari mana asalnya maupun siapa. “Itu menjadi pendalaman bidang penyidik Polres Lobar dan Propam Polda NTB,” sambungnya.
Terhadap tiga oknum debt collector inisial G, GH dan KP sudah diamankan kurang dari 24 jam, setelah menerima laporan korbannya. Para tersangka itu pun sudah ditahan. “Karena sudah ditetapkan tersangka dan penahanan maka proses kasusnya sudah tingkat penyidikan,” ungkapnya.
Sejauh ini dari pemeriksaan, ketiga tersangka itu merupakan staf salah satu finance. Sedangkan satu orang lainnya yang diduga oknum anggota polisi masih didalami. Sebab penuturan korban jika terdapat empat orang saat kejadian intimidasi dan pengancaman itu.
Bagus memastikan jika jajaran Polres di NTB sangat mengatensi tindakan aksi premanisme sesuai instruksi Kapolda NTB. Sehingga dalam penanganannya menjadi atensi pihaknya. Bahkan dengan kurun waktu kurang 1×24 jam, pihaknya langsung mengamankan para tersangka. Kini para tersangka itu dijerat pasal 335 dan 368 KUHP mengenai pemerasan dan ancaman dengan hukuman penjara di atas 5 tahun. (win)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Tidak Ada Uang, Gubernur Minta ITDC Pinjam Uang ke Bank NTB

Read Next

Wabup KLU Minta Kedepankan Asas Praduga Tak Bersalah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *