LOBAR—Gerak cepat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat (Lobar) mengejar program pemerintah pusat berbuah manis. Keinginan Bupati Lobar, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), agar Lobar memiliki Islamic Center dan Pasar Modern selangkah lagi terwujud. Koordinasi intensif yang dilakukan LAZ bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lobar ke kementerian mendapat respons positif.
Rekomendasi resmi Kementerian Agama (Kemenag) sudah dikantongi Lobar untuk mempercepat pembangunan Islamic Center, termasuk Kementerian Perdagangan untuk pembangunan Pasar Modern Gerung. Bahkan, tim kementerian sudah turun survei lokasi yang akan menjadi titik pembangunan.
“Tindak lanjut koordinasi Pak Bupati dengan Wakil Menteri Agama, sudah ditandatangani surat rekomendasi untuk pembangunan Islamic Center di Lombok Barat,” terang Kepala Dinas PUPR-KP Lobar, Lalu Ratnawi, yang dikonfirmasi akhir pekan kemarin.
Surat rekomendasi dari Kementerian Agama dianggap Ratnawi sebagai sesuatu yang krusial dinantikan. Kini surat itu diteruskan ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) sebagai kelengkapan administrasi.
“Sudah saya kirim juga ke Kementerian ATR, sehingga itu nanti akan kami lampirkan di DED (Detail Engineering Design) perencanaannya,” ujar Lalu Ratnawi.
Pihaknya sedang mempersiapkan tender DED tersebut. Dana sekitar Rp500 juta dipersiapkan Pemda khusus untuk tender DED Islamic Center. Setelah itu, Pemda dapat segera memaparkan rencana tersebut kepada Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) atau instansi terkait di tingkat pusat untuk mendapatkan dukungan anggaran lebih lanjut.
Pembangunan infrastruktur skala besar ini dipastikan akan menyedot anggaran yang cukup fantastis. Namun, Ratnawi memastikan sumber pendanaan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), bukan daerah. Karena bangunan pusat pengetahuan Islam itu ditaksir membutuhkan anggaran mencapai ratusan miliar rupiah.
“Dari DED kita sementara, untuk Islamic Center itu sekitar Rp300 miliar dari APBN. Itu mencakup banyak sarana prasarana mulai fasilitas ibadah yang lengkap dan sarana lainnya,” jelasnya.
Sedangkan proyek Pasar Modern Gerung diestimasi membutuhkan anggaran sekitar Rp250 miliar. Pemda sedang fokus pada penyediaan lahan dan proses pematangan lahan, sementara pembangunan fisik diharapkan sepenuhnya didukung oleh pemerintah pusat.
Ratnawi memastikan proses perencanaan untuk Pasar Modern ini berjalan beriringan dengan rencana relokasi pedagang. Lahan sementara seluas kurang lebih satu hektare akan disewa Pemda untuk menjadi pasar sementara, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tidak terhenti selama proses pembangunan berlangsung.
“Luasnya kita sesuaikan dengan jumlah pedagang yang ada, sekitar kurang dari satu hektare. Yang terpenting kita lengkapi saluran listrik dan drainasenya agar tidak becek,” tambah Lalu Ratnawi.
Appraisal akan dilakukan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) untuk menentukan harga sewa lahan relokasi tersebut, yang direncanakan akan digunakan selama satu hingga dua tahun ke depan. (win)
