LOBAR – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026 Juli mendatang. Meski dibayang keterbatasan anggaran, namun dedikasi para atlet dan pengurus cabang olahraga (cabor) jadi modal utama menjaga asa meraih prestasi tertinggi.

Apresiasi yang tinggi bahkan di ungkapkan Ketua KONI Lobar, Abu Bakar Abdullah, kepada seluruh patriot olahraga di Lobar. Di tengah segala keterbatasan fasilitas dan finansial tersebut semangat membela nama daerah tidak pernah luntur.

“Kita sangat apresiasi setinggi-tingginya kepada para patriot olahraga kita,” terang Abubakar, Kamis (7/5).

Abu Bakar menjelaskan bahwa awalnya KONI menyusun perencanaan yang cukup matang berdasarkan hasil musyawarah sebelum Pelatda (Pusat Latihan Daerah) dimulai. Proposal awal yang diajukan pada Desember 2025 lalu, kebutuhan ideal dipetakan di angka Rp4,5 miliar hingga Rp6 miliar.

Sayangnya, kondisi fiskal daerah yang sedang mengalami tekanan membuat Pemda baru bisa menyiapkan anggaran sebesar Rp1 miliar.

“Memang kita memahami situasi fiskal daerah saat ini. Namun, karena momentum Porprov ini sangat krusial, kami berinisiatif menggandeng rekan-rekan di DPRD untuk memberikan dukungan tambahan.

Alhamdulillah, melalui beberapa program inisiatif, ada tambahan sekitar Rp700 juta, sehingga total persiapan kita saat ini berada di angka Rp1,7 miliar,” ujar Abu Bakar.

Meskipun dengan fiskal terbatas itu tak lantas membuat KONI Lobar menyerah pada keadaan. Abu Bakar menegaskan pihaknya kini fokus pada efisiensi dan penetapan skala prioritas. Strategi utamanya melakukan pemetaan terhadap cabang olahraga (cabor) yang memiliki potensi medali paling besar. KONI akan memfokuskan sumber daya yang ada pada cabor unggulan tanpa mengabaikan cabor potensial lainnya. Hal ini dilakukan agar target “Lobar Juara” tetap realistis untuk dicapai.

“Kita menyusun satu perencanaan dengan beberapa opsi alternatif. Fokus kita bagaimana Lombok Barat bisa tampil maksimal. Kami sudah memetakan mana cabor unggulan dan mana cabor potensial. Keterbatasan anggaran ini tidak boleh sampai memadamkan semangat juang para patriot olahraga kita,” tambahnya dengan nada optimis.

Salah satu fenomena yang cukup menyentuh Abu Bakar, kemandirian di tingkat bawah. Banyak atlet, orang tua, hingga pelatih yang menggunakan dana pribadi untuk tetap menjalankan latihan rutin. Abu Bakar mengakui bahwa dedikasi semacam ini aset yang tidak bisa dinilai dengan uang.

Ia melihat langsung bagaimana proses latihan tetap berjalan meski dukungan finansial dari organisasi belum maksimal. Semangat juang ini diharapkan menjadi pemantik motivasi tambahan saat berlaga di arena Porprov nanti. Baginya, komitmen untuk mengharumkan nama Lombok Barat adalah bentuk kecintaan terhadap daerah tempat mereka lahir dan dibesarkan.

“Saya sangat merasakan semangat juang teman-teman. Latihan tetap jalan, bahkan banyak yang dilakukan secara mandiri dari kantong pribadi atlet, orang tua, dan pelatih. Ini adalah dedikasi yang luar biasa yang harus kami apresiasi. Momentum Porprov 2026 ini harus menjadi medan juang bagi para atlet untuk membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi,” tegasnya.

Abu Bakar mengajak seluruh pengurus cabang olahraga untuk tetap teguh pada komitmen awal. Dalam waktu dekat, KONI Lombok Barat berencana melakukan diskusi yang lebih konkret dan teknis dengan setiap cabor untuk menyelaraskan langkah di tengah segala keterbatasan sumber daya.
Upaya ini dilakukan agar transparansi dan efektivitas penggunaan anggaran dapat terjaga. (win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *