Kadus Powen Akan Gugat Kades Batujai

F Kadus Powen

DIKI/RADAR MANDALIKA Menunjukkan: Kadus Powen saat menunjukkan SK pemberhentiannya yang berhasil difoto, kemarin.

PRAYA-Kabar kurang sedap untuk Pemerintah Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat. Kades Batujai, Alwan Wijaya terancam akan digugat Kadus Powen, Ramli Ahmad ke Pengadilan Tinggi Usaha Negara (PTUN). Ramli akan melayangkan gugatan segera buntut dari terbitnya SK pemberhentiannya sebagai kadus yang dinilai sepihak.

 “Saya beberatan atas pemecatan sepihak tanpa ada alasan yang jelas. Seharusnya kalau ada salah paling tidak ada SP 1, SP 2 dan 3,” ungkapnya saat memberikan keterangan pada Radar Mandalika, Rabu kemarin.

Dia menyebutkan, dirinya mengetahui akan diberhentikan setelah melihat terbitnya SK pemberhentiannya dengan diganti oleh Plt Kadus Powen, Sanusi. “Jangan jadikan sentiment pribadi sebagai dasar saya diberhentikan,” katanya.

Ramli yakin, dia diberhentikan Kades akibat melapor tiga orang warga yang diduga telah melakukan tindakan pencemaran nama baik dirinya. Dengan menulis kata kurang baik di baliho dan terpampang fotonya juga pada saat sekelompok warga melakukan aksi demo di kantor desa, 28 September 2020.

“Saya memang laporkan tiga orang warga ini ke polres, biar ada efek jera juga,” ujarnya.

Dia menjelaskan, dalam SK pemberhentiannya ia melihat sudah ditandatangani kades.

“Kami akan buat surat keberaran ditujukan ke kades tembusan camat, DPMD dan tembus bupati juga. Kami akan gugat PTUN,” ancamnya.

Selain itu, Ramli menduga kades takut kepada oknum yang ada di balik usulan pemberhentiannya. Bahkan parahnya lagi, dalam usulan awal pemberhentiannya, dia menerima informasi ada warga yang jalan keliling mencari tandatangan warga. Mendengar kabar itu, Ramli juga ambil langkah dengan memintai tandatangan warga bagi yang dukungnya masih menjadi kadus.

“Banyak yang tandatangan, dan banyak warga yang inginkan saya jadi kadus,” katanya tegas.

Sementara itu, Kades Batujai Alwan Wijaya yang dikonfirmasi tidak menutupi kabar pemberhentian Kadus Powen. Dia menegaskan, dasar pemberhentian atas keinginan warga dengan beragam catatan untuk kadus.

Dijelaskannya, mulai soal anggaran dikelola kadus, etika dan tindakan yang dilakukan kadus melaporkan warganya ke Polres. “Sebelum saya jadi kades sudah pernah diberikan SP, dan saya tinggal melanjutkan saja, dan ini keinginan warga,” ungkap dia via wa.

Dia menerangkan, usulan pemberhentian kadus ini memang sejak lama muncul. Bahkan dia sudah berkoordinasi dengan camat, DPMD, PPDI dan pihak terkait lainnya. Sedangkan kabar Ramli akan menggugat SK pemberhentian ke PTUN, dia mempersilakan.

“Silakan saja, itu kan hak semua orang,” tegas dia lagi.(tim)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Bawaslu Lombok Tengah Diduga “Masuk Angin”

Read Next

Sekda Sayangkan Sikap KPU Loteng

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *