“Kado” Lebaran untuk 23 Napi di Lapas Terbuka Loteng

F Kepala Lapas Terbuka

IST/RADARMANDALIKA.ID KUNJUNG: Kepala Lapas Terbuka Lombok Tengah, Anak Agung Gede Ngurah Putra saat menjelaskan ke awak media, Jumat pekan kemarin.

PRAYA – Sebanyak 23 narapidana (Napi) di lembaga pemasyarakatan (Lapas) terbuka Lombok Tengah mendapatkan remisi “kado” di hari raya idul fitri lebaran.

Kepala Lapas Terbuka Lombok Tengah, Anak Agung Gede Ngurah Putra mengatakan, ada 23 orang warga binaan sekarang di lapas. Sementara awalnya berjumlah 24 orang, namun satu orang sudah dinyatakan bebas.
“Kami akan bacakan remisi nanti usai pelaksanaan ibadah salat hari raya idul fitri, dan pengumuman ini serentak di semua lingkup kementerian hukum dan HAM di wilayah NTB,” bebernya kepada media, pekan kemarin.

Selain itu, ia menceritakan bahwa di atas lahan seluas 3 hektare lebih lapas terbuka ini dibangun. Lapas yang berada di Desa Selebung, Kecamatan Batukliang itu dikelilingi lahan persawahan, kebun dan kolam yang menjadikannya lapas terbuka satu-satunya di NTB.
“Cuma ada kawasan persawahan sekitar 2,7 hektare yang dikola oleh warga binaan,” ceritanya.

Adapun warga binaan yang di dalam lapas, mereka yang sudah berkelakuan baik, kemudian sudah diseleksi ketat dalam kurun waktu yang panjang dengan sisa hukuman sekitar 12 bulan ke bawah.
“Adapun persyarakatan khusus petugas asasmen yang memenuhi syarat dan dipindahkan ke lapas terbuka, dan diusulkan ke kantor wilayah kemudian baru dipindahkan ke lapas terbuka setelah mendapatkan persetujuan, ” bebernya.

Ditambahkannya, dengan konsep seperti pondok, tanpa sel jeruji besi, kemudian tanpa tembok mengelilingi yang tinggi seperti di lapas atau rutan lainnya.
“Kami kelola sawah ditanami padi, kemudian ada lahan menanam kacang, jagung, areal kebun buah dan yang terbaru kini areal bermain anak dan dewasa yakni kolam,” jelasnya.
Dijelaskan Anak Agung, konsep ini dibuat dalam rangka menghapus stigma buruk kepada para narapidana usai menerima hukuman kurungan. Sebab mengingat banyaknya para mantan napi kembali ke jalan yang tidak benar dan seringnya di marginalkan. “Dan kami buktikan warga binaan kami keluar dari lapas terbuka akan lebih kreatif dan inovatif,” yakin Anak Agung.(tim)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Allahuakbar, Tak Ada Takbir Keliling di Lombok Tengah

Read Next

Program Desa Seribu Sapi dari Kementan Belum Tuntas?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *