Kades Kecewa, Rekrutmen Marshal MotoGP Tidak Transparan

f pelatihan.jfif

PRAYA-Kepala Desa Rembitan, Kecamatan Pujut L Minaksa mempersoalkan proses rekrutmen petugas marshal untuk perhelatan MotoGP Mandalika. Menurutnya, dari 450 perserta pelatihan marshal kurang dari 5 persen warga Kecamatan Pujut.
Bahkan dari Desa Rembitan tidak ada warga yang terlibat dalam pelatihan tersebut. Hal ini terjadi, sebutnya karena sistem rekrutmen yang tidak taransfaran dan tanpa sepengetahuan desa penyangga KEK Mandalika.
“Semua omong kosong, tiba- tiba sudah mulai pelatihan, berkaitan dengan pendaftaran dan sistemnya kami tidak tau,” tegasnya pada Radar Mandalika, Selasa kemarin.
Dijelaskannya, dari pertemuan sebelumnya pada Rakor Karang Taruna Kecamatan Pujut dengan seluruh srick holder ITDC, bahwa akan segera dibukan pendaftaran calon marshal namun waktunya belum dipastikan, pada kesempatan itu, pihaknya dijanjikan akan diberikan infromasi terkait waktu pembukaanya.
“ Ini kami pertanyakan ke pihak ITDC maupun Pemda Loteng kenapa hal yang demikian mesti harus main petak umpat dengan masyarakat,” sentilnya.
Hal ini membuatnya sangat kecewa mengenai sistem perekrutan tersebut. Ditambahkannya telah jelas Forum Kepala Desa Kecamatan Pujut meminta agar 70 persen karyawan atau SDM dalam segala lini melibatkan masyarakat Pujut secara khusus.

Pria yang juga Sekretaris FKD Kecamatan Pujut ini menekankan agar rekrutmen dilakukan secara terbuka dengan bentuk pemberitahuan kepada desa di Kecamatan Pujut, agar informasi tersebut bisa dilanjutkan kepada masyarakat.
Saat ini, pihaknya masih menunggu jawaban dari pihak terkait mengenai persoalan tersebut. “Apa perlu pemuda- pemuda kami demo dulu, baru ditanggapi,” ancamnya.

Sementara itu, Plt Asisten II Setda Loteng, Tri Widiastuti mengatakan, pihaknya mengumpulkan semua ratusan warga dari kalangan pemuda ini untuk diberikan pelatihan untuk menjadi petugas Marshal MotoGP.
“Dari 500 peserta yang sudah terdaftar dalam rekrutmen itu, jumlah Marshal yang dibutuhkan sebanyak 300 lebih. Sehingga, masih banyak test yang akan dilalui oleh peserta nantinya,” ucapnya.
Ia menegaskan, rekrutmen peserta yang mengikuti pelatihan ini dari kerjasama antara beberapa instansi yang ada. Salah satunya adalah Poltekpar Lombok maupun instansi lainya.
“Tapi kebanayakan peserta kita ambil dari Kecamatan Pujut. Karena sebagai tuan rumah dalam perhelatan MotoGP itu,” ujarnya.
Ia berpesan pada peserta yang mengikuti pelatihan agar bersungguh -sungguh. Sebab, masih banyak test yang harus dilalui untuk bisa menjadi petugas Marshal.
“Saya harapkan agar peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh. Agar apa yang disampaikan oleh narasumber bisa dimengerti,”tuturnya.
Disinggung mengenai rekrutmen yang tidak terbuka, Ia mengaku, kalau untuk persoalan itu ia tidak mengetahuinya. Karena dirinya hanya mendapatkan data peserta yang sudah terdaftar saja.
“Saya hanya menerima data dari pimpinan saja,” ucapnya.
Sementara itu, Head Operation Sporting Mandalika International Street Circuit, Dyan Dilato menyatakan, tujuan pelatihan pada ratusan pemuda agar mereka memahami tugas dan fungsi Marshal.
“Setelah pelatihan ini akan ada lagi pelatihan lanjutan namun nanti setelah sirkuit jadi,” jelasnya.
Ia menegaskan, para petugas Marshal sebagian besar adalah pekerja sukarela yang bertanggung jawab atas keselamatan para pesaing balap motor. Mereka ditempatkan di berbagai titik bahaya di sekitar trek balapan untuk membantu jika terjadi tabrakan, kecelakaan atau masalah trek. Marshall juga dikenal sebagai pekerja lapangan, pekerja sudut, kru sudut, marsekal belok, marsekal sudut, pekerja keselamatan lintasan, atau (dalam reli ) marsekal.
“Setiap Marshal harus memahami tugas dan fungsinya terutama memahami penggunaan bendera,” jelasnya.
Untuk menjadi marshal, terutama sekali harus smart dan lincah. Karena seorang marshal terutama flag marshal bisa memeggang sampai delapan bendera dengan warna yang berbeda.
“Jadi dia harus terus memperhatikan jalannya race terutama di dalam areanya,” ungkap Dyan.
Menurut Dyan yang dilatih sekarang ini sebanyak 450 orang dengan sistim gelombang agar tidak terjadi kerumunan. Jarak satu peserta dengan yang lain juga diatur.
“Di sirkuit Mandalika nanti kami membutuhkan tenaga 340 orang. Sehingga dari daftar 500 akan ada yang gugur. Kita punya sekitar 17 pos dan satu pos itu 10 orang masrhal,” ungkapnya. (jay/ndi)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Warga Mataram Diminta Waspada

Read Next

ITDC Bantah Tudingan Pakar PBB

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *